hut

Potensi Tenaga Lokal Bali Belum Termaksimalkan di Industri Pariwisata

Penyerahan penghargaan pada acara "1st Annual Hotelier Summit Indonesia 2019” yang digelar Global Hospitality Expert (GHE) di Kuta, Bali - Foto Ant

DENPASAR – Pertumbuhan pariwisata di Bali terus meningkat. Tetapi, kondisinya belum diimbangi upaya merangkul secara maksimal tenaga kerja lokal.

Bahkan, posisi sumber daya manusia yang merupakan warga Pulau Dewata di industri pariwisata, khususnya perhotelan jumlahnya masih sedikit. “Tenaga kerja profesional seperti jajaran di tingkat general manager di Bali kebanyakan dikuasasi orang luar. Bahkan banyak posisi penting dipegang orang asing,” kata tokoh pariwisata yang juga General Manager (GM) Hotel Sovereign Bali, I Made Ramia Adnyana, di sela acara 1st Annual Hotelier Summit Indonesia 2019, Minggu (14/7/2019).

Ia menyebut, Bali boleh dikatakan krisis kepemimpinan di industri pariwisata. Hal tersebut terlihat dengan dominasi tenaga kerja asing yang memegang posisi strategis. “Di hotel-hotel berbintang, sekitar 45 persen dipegang general manager asing. Yang dari luar Bali juga banyak,” sebutnya.

Sementara, jika melihat di sejumlah negara tetangga. Di posisi puncak, kebanyakan dipegang warga lokal, seperti yang terjadi di Singapura dan Thailand. Untuk posisi GM, di industri pariwisata hanya 15 persen saja yang diisi tenaga asing. Selebihnya, yang 85 persen adalah orang lokal. “Kita di Bali yang memiliki kontribusi pariwisatanya 65 persen dari nasional, jabatan GM itu hanya sekitar 35 persen dipegang lokal,” ujarnya.

Padahal jika menilai mengenai kemampuan, warga lokal disebutnya tidak kalah dengan mereka yang dari luar negeri. Umumnya posisi penting itu, terkait dengan kepemilikan serta sistem manajemen yang diterapkan seperti hotel chains.

Ke depan kepemimpinan ini menjadi hal penting dalam kegiatan pariwisata. Untuk itu masalah leadership, harus mendapat perhatian serius, dan menjadi salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut. “Kalau leadership ini bisa ditingkatkan, maka banyak tenaga kerja lokal dalam level tertentu bisa mengisi peluang yang ada,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...