hut

Proyek Pengadan Lampu Sehen Seret Kades Loke ke Pengadilan Tipikor

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sikka, Azman Tanjung, SH. Foto : Ebed de Rosary

MAUMERE — Kasus korupsi dan penyalahgunaan dana desa di kabupaten Sikka kembali terjadi. Setelah kepala desa Runut kecamatan Waigete serta pejabat kepala desa Nebe dan Kringa di kecamatan Talibura, kades Loke kacamatan Tanawawo pun telah disidangkan di pengadilan Tipikor Kupang.

“Proyek pengadaan lampu sehen yang dibiayai dari alokasi dana desa 2016 merugikan desa Rp 116 juta. Saat ini kades Loke sedang menjalani persidangan di pengadilan Tipikor Kupang,” kata Kepala Seksi Intelijen, Cornelis S.Oematan, SH, Kamis (11/7/2019).

Dikatakan Kornelis, pengadaan 93 unit lampu sehen oleh kontraktor tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi. Seharusnya yang dibeli bermerek Philips. Tetapi kenyataannya, yang dibeli bermerek Cina sehingga menyalahi spesifikasi.

“Setelah dilakukan pengecekan ternyata merek lampu tersebut tidak sesuai sehingga ditemukan adanya kerugian negara yang bersumber dari dana desa.Untuk itu kepala desa dan rekanan terkena sanksi pidana korupsi,” jelasnya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sikka Asman tanjug, SH menambahkan, rekanan atau kontraktor yang bermitra dengan desa dalam mengadakan lampu sehen ditemukan kepala desa di pasar. Setelah berkomunikasi, keduanya sepakat menjalin kerjasama pengadaan lampu sehen.

Benediktus Berno Ngeli, kepala desa, kata Azman sementara menjalani persidangan di pengadilan Tipikor Kupang. Sedangkan berkas perkara kontraktornya masih dalam proses pemberkasan dan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang untuk disidangkan

“Rekanan yang terlibat dalam waktu dekat perkaranya pun akan kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang. Penyidik menemukan adanya kerugian keuangan negara dari Alokasi Dana Desa,” jelasnya.

Lihat juga...