hut

Rubaca Sahabat Ceria Desa Sukamulya Ajari Anak Cintai Buku

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Prihatin akan anak-anak yang saat ini lebih akrab bermain gawai, pemuda usia 24 tahun, Danang Marhaens, warga Desa Sukamulya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan (Lamsel), mendirikan rumah baca (Rubaca) Sahabat Ceria. Keceriaan anak-anak menjadi filosofi baginya memberi nama Rubaca, yang dibangun sejak 2017.

Berkolaborasi dengan Rinda Mervela Adsa, keduanya mengembangkan Rubaca Sahabat Ceria. Menggunakan uang tabungan pribadi milik keduanya, kelengkapan rumah baca terus dipenuhi. Meliputi rak buku, koleksi buku, termasuk penyempurnaan bangunan rumah baca yang dikelola.

Pada awalnya, Danang, sapaan akrabnya, hanya memiliki koleksi 15 buku dan sejumlah majalah anak-anak.

Danang menyebut, Rubaca Sahabat Ceria dalam keterbatasan terus menambah koleksi buku dan mengajak anak-anak membaca buku. Awalnya, masih sedikit anak-anak yang datang ke rumah bacanya untuk membaca buku. Namun hampir dua tahun berjalan, anak-anak bahkan diantar orang tua mulai berdatangan.

Selain membaca buku, anak-anak bisa menggambar dan bersosialisasi dengan rekan sebaya.

“Rubaca Sahabat Ceria yang saya kembangkan bersama dengan Rinda Mervela Adsa, memang memiliki tujuan agar anak-anak lebih mencintai buku, mengurangi gawai dan peduli bersosialisasi dengan rekan sebaya,” terang Danang Marhaens, Kamis (11/7/2019).

Kegiatan membaca buku, disebutnya sangat penting sehingga sejumlah koleksi buku terus diperbanyak. Merogoh uang dari gaji, hasil usaha penjualan buah-buahan, selain penyempurnaan rubaca, keduanya mulai memperbanyak buku yang sesuai dengan usia anak-anak.

Sebab, sebagian anak yang datang merupakan anak-anak usia PAUD, TK, yang dalam tahap belajar membaca. Sebagian dari jenjang lebih tinggi yang sudah bisa membaca.

Jenis buku cerita bergambar untuk mendorong kecintaan anak pada budaya membaca, menjadi salah satu pemantik minat anak-anak membaca buku.

Selain itu, sejumlah koleksi buku dengan jenis dan judul berbeda membuat anak-anak makin mencintai membaca buku. Sebagai honorer yang bertugas di kantor kecamatan Palas, Danang mengaku koleksi buku yang terus ditambah sekaligus menjadi penyemangat baginya untuk mengembangkan budaya literasi di desanya.

Rekannya, Rinda Mervela Adsa, yang bertugas sebagai tenaga honorer di Puskesmas rawat inap Bakauheni, juga ikut mendorong Rubaca Sahabat ceria berkembang. Selain diisi dengan kegiatan membaca buku, mewarnai, sebagai selingan anak-anak kerap diajak melakukan permainan tradisional.

Sejumlah permainan tradisional yang mulai ditinggalkan di antaranya congklak, gateng, lompat tali serta sejumlah permainan tradisional lainnya.

“Mengenalkan kembali sejumlah permainan tradisional yang penuh edukasi, sekaligus mengurangi anak bermain gawai,” tutur Danang.

Nilai-nilai edukasi agar anak-anak lebih peduli pada lingkungannya melalui permainan tradisional, sekaligus variasi kegiatan Rubaca yang dikelolanya.

Selain itu, dengan bekal pekerjaan di Puskesmas, Rinda juga menjadwalkan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis. Bagi para orang tua, pemeriksaan kesehatan di antaranya asam urat, kolestrol, tensi darah, gula darah.

Pemeriksaan kesehatan sekaligus diisi sosialisasi kepada orang tua, agar menjaga kesehatan anak. Pentingnya menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) disampaikan saat kegiatan pemeriksaan kesehatan secara gratis.

Orang tua yang memiliki anak usia sekolah juga diingatkan menjaga kesehatan anak selama musim kemarau, dengan menjaga asupan gizi sekaligus kesehatan fisik.

Hingga kini, Danang menyebut Rubaca Sahabat Ceria memiliki beberapa bagian. Di antaranya fasilitas perpustakaan yang dikhususkan untuk menempatkan koleksi buku bacaan. Ruang kedua dipergunakan sebagai tempat permainan anak dan tempat belajar, ruang ketiga dipergunalan untuk pelayanan kesehatan dan bagian lain dipergunakan untuk kamar bagi tamu yang bermalam di rumah baca tersebut.

Sebagai alumni salah satu universitas negeri di Lampung, Danang menyebut koleksi buku yang perlu ditambah meliputi buku pertanian, perikanan, peternakan. Sebab, selain anak-anak usia sekolah, sebagian orang tua yang meminjam buku menghendaki buku-buku yang ilmunya bisa diterapkan. Selain itu, bagi sejumlah ibu rumah tangga sebagian meminta adanya buku resep masakan, kue serta menanam sayuran.

Mendirikan Rubaca Sahabat Ceria di desanya, Danang mengaku mendapat dukungan positif. Para orang tua yang anak-anaknya kerap datang ke rubaca, umumnya sangat mendukung, bahkan orang tua menganggap kehadiran rubaca di lingkungan pedesaan menjadi angin segar bagi anak-anak. Karena, anak-anak bisa bermain bersama sekaligus terjaga.

Selain buku bacaan, Rubaca Sahabat Ceria juga memberi fasilitas buku gambar, alat berhitung, alat mewarnai dengan gratis tanpa dipungut biaya.

“Uniknya meski gratis, tidak jarang orang tua datang dengan membawa makanan, buah-buahan, bahkan ada yang membawa beras sebagai rasa terima kasih mereka,” ungkap Danang.

Dukungan dari pegiat literasi lain, di antaranya Ardyanto, yang aktif dengan kegiatan Motor Perahu Pustaka, sangat diapresiasi Danang. Ia dan Rinda Mervela Adsa menyebut, selain dukungan diberikan dengan donasi buku tulis, buku bacaan tentang menjaga alam, puzzle dan alat berhitung. Selain itu, dukungan dari camat kecamatan Palas, Rika Wati, disebut Danang sangat mendorongnya untuk menularkan minat baca anak-anak di pedesaan.

Lihat juga...