hut

Sate Jamur Tiram Alternatif Kuliner Bercita Rasa Menggugah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Kuliner sate identik dengan daging sebagai makanan yang ditusuk  bambu serta dibakar. Namun bagi pecinta kuliner sate namun menghindari daging, sate jamur tiram bisa jadi pilihan.

Gunawan, salah satu pecinta sate menyebut memilih jamur tiram (Pleurotus ostreatus) untuk dijadikan sate. Sebelumnya variasi olahan jamur tiram dibuat menjadi sayur tumis, digoreng crispy serta dibuat menjadi rendang.

Kandungan gizi yang baik pada jamur tiram sebagai bahan pangan diakui Gunawan cukup baik. Jamur dengan ciri khas warna putih, memiliki tudung seperti cangkang tiram.

Gunawan, membakar sate jamur tiram dengan memakai arang batang kelapa, Sabtu (27/7/2019) – Foto: Henk Widi

Sejumlah manfaat sebagai bahan makanan diantaranya mengatasi kolesterol, anemia dan diabetes. Jamur yang kaya akan serat tersebut bahkan diyakini bisa menjadi alternatif untuk menurunkan berat badan.

Kaya akan khasiat pada jamur tiram disebut Gunawan juga menjadi kreasi untuk mengurangi konsumsi daging. Bahan baku jamur tiram menurutnya mudah diperoleh dari pembudidaya.

Di wilayah tempatnya tinggal, di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan (Lamsel) sejumlah pembudidaya membuat jamur tiram mudah diperoleh.

“Jamur tiram menjadi alternatif dan varian kuliner dengan khasiat yang beragam sekaligus menu bagi saya yang vegetarian, memantang daging namun masih ingin menikmati sate dengan bumbu kecap pedas,” terang Gunawan, saat ditemui Cendana News, belum lama ini.

Sebagai bahan makanan, jamur tiram disebut Gunawan yang memiliki serat tinggi bagus untuk kesehatan. Jamur tiram diakuinya memiliki nutrisi diantaranya protein, air, kalori, karbohidrat dan sejumlah vitamin B1, B2 dan C.

Selain kandungan gizi dan manfaat kesehatan, sate jamur tiram yang dibuat menjadi kesempatan untuk menjalin kebersamaan dengan keluarga. Pasalnya semua anggota keluarga dilibatkan dalam pembuatan sate jamur tiram.

Sebagai laki-laki, tugas Gunawan diakuinya menyiapkan tusuk sate dari bambu apus. Selain itu tempat pembakaran dengan arang batok kelapa disiapkan.

Pemilihan arang kelapa dilakukan karena lebih bagus dengan pembakaran sempurna. Penyiapan arang batok kelapa untuk pembakaran sate jamur tiram dilakukan setengah jam sebelum bahan siap dibakar.

Penyiapan bahan-bahan dilakukan oleh Lisdaryanti sang istri. Bahan-bahan pembuatan sate diakui Lisdaryanti hampir sama dengan pembuatan sate daging ayam, kambing.

Pembedanya hanya pada bahan baku dan tahapan yang harus dilalui agar jamur tiram bisa dibakar layaknya sate ayam. Bahan baku jamur tiram dipilih berasal dari jamur yang baru dipetik agar terjaga kesegarannya.

Lisdaryanti (kiri) melakukan pencampuran bumbu dan perebusan jamur tiram agar bumbu meresap dan jamur matang sebelum dibakar sebagai sate, Sabtu (27/7/2019) – Foto: Henk Widi

“Biasanya sebelum membuat sate saya menelpon pembudidaya kapan akan panen sehingga bumbu bisa disiapkan,” papar Lisdaryanti.

Selain bahan baku jamur tiram, sejumlah bahan yang harus disiapkan diantaranya tusuk sate dan beragam bumbu. Bahan bumbu yang disiapkan diantaranya bawang merah, bawang putih, kecap manis, minyak sayur, merica, cabai rawit, laos.

Semua bahan yang ada dihaluskan menggunakan ulekan dari batu. Setelah semua bahan dihaluskan, bumbu tersebut akan dicampurkan pada jamur tiram yang sudah dibersihkan.

Proses selanjutnya jamur tiram dimatangkan dalam sebuah wajan besar. Fungsi pematangan jamur tiram diakuinya bertujuan agar semua bumbu meresap. Penggunaan bumbu membuat aroma jamur tiram layaknya daging ayam, kambing untuk pembuatan sate.

Pematangan jamur diakuinya dilakukan dengan patokan sudah layu sehingga mudah untuk proses penusukan. Setelah jamur tiram matang, pendinginan dilakukan sembari menambah penyedap rasa.

“Setelah dingin, jamur tiram siap ditusuk layaknya proses pembuatan sate ayam, jamur tiram yang menyerupai usus ayam harus diatur jaraknya agar matang sempurna saat dibakar,” ungkap Lisdaryanti.

Menggunakan bahan jamur tiram sebanyak 1 kilogram disebut Lisdaryanti bisa dibuat menjadi sekitar 100 tusuk. Setelah semua jamur tiram selesai ditusuk memakai bambu, proses pembakaran dilakukan seperti membakar sate.

Bumbu untuk pembakaran disiapkan berupa penyedap rasa, kecap untuk olesan. Bumbu oles diakuinya sangat bagus untuk menambah cita rasa jamur tiram seperti sate ayam dengan aroma yang khas.

Sembari melakukan proses pembakaran sate, bumbu kecap pedas manis mulai disiapkan untuk penyajian. Bumbu yang disiapkan diantaranya cabai rawit, bawang merah, bawang putih, penyedap rasa dan kecap manis.

Semua bumbu tersebut dimasukkan dalam mangkuk dengan cabai, bawang merah, bawang putih diiris tipis dengan tambahan tomat. Semua bumbu tersebut dibuat seperti halnya bumbu kecap pada ikan bakar, daging bakar.

Wandriasari, salah satu anggota keluarga yang menikmati sate jamur tiram mengaku rasa pada sate tersebut menggugah selera.

Wandriasari, menikmati sate jamur tiram dengan bumbu kecap bersama bumbu cabai hijau, irisan tomat dan penyedap rasa, Sabtu (27/7/2019) – Foto: Henk Widi

Sate jamur tiram diakuinya memiliki rasa khas dengan dominan merica yang digunakan. Meski bukan daging namun pedas merica menjadi sensasi seperti menikmati sate daging. Sate jamur tiram lebih lezat dinikmati dengan nasi hangat, sambal kecap pedas.

Selain mengenyangkan dengan sejumlah khasiat, sate jamur tiram bisa menjadi varian kuliner penggugah selera. Terlebih dengan proses yang dikerjakan bersama anggota keluarga, membuat sate jamur tiram cukup mengasyikkan.

Berbagi tugas dalam pengolahan hingga menyantap secara bersama menjadi salah satu cara menikmati sate jamur tiram di akhir pekan dalam kebersamaan dan kesederhanaan.

Lihat juga...