hut

Satpolair Lamsel Beri Semangat Siswa SD di Wilayah Terpencil

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan, Satuan Kepolisian Air (Satpolair) Polres Lampung Selatan menggelar kegiatan Sambang Nusa di  SDN 5 Sumur, Kecamatan Ketapang, Lamsel, yang berada di Pulau Rimau Balak.

Bripka Agung Gde Asmarajaya yang merupakan Kepala Sub Unit Pembinaan Masyarakat Air (Kasubnit Binmas Air), mengatakan, Sambang Nusa diilakukan di SDN 5 Sumur karena sekolah tersebut berada di pulau Rimau Balak, Selat Sunda, yang terpencil. Guru yang mengajar merupakan warga dari Pulau Sumatra yang harus naik perahu, Termasuk sejumlah siswa.

Dalam giat Sambang Nusa yang dilakukan bertepatan dengan tahun ajaran baru 2019/2020, personel membawa peralatan sekolah berupa paket buku tulis.

“Tujuan Sambang Nusa yang dilakukan oleh Satpolair Polres Lamsel untuk memberi dukungan semangat saat tahun ajaran baru, sekaligus kami sebagai Polair melakukan kegiatan patroli dan pembinaan masyarakat,” terang Bripka Agung Gde Asmarajaya, Kamis (18/7/2019).

Dalam kesempatan ini, Bripka Agung Gde membawa paket alat belajar yang dibagikan kepada sekitar 50 siswa kelas 1 hingga kelas 6, di antaranya buku tulis, buku gambar, dan lainnya. Juga 100 buku bacaan yang diletakkan di perpustakaan sekolah tersebut, untuk mendukung peningkatan minat baca siswa.

Sejumlah buku yang dibawa, di antaranya buku dongeng, buku edukasi dan buku bacaan bergambar.  Buku-buku bacaan ini sangat penting, sebab sebagai sekolah terluar di Selat Sunda, butuh dukungan. Kepedulian dari Satpolair Polres Lamsel diharapkan menjadi penyemangat bagi para siswa dan dewan guru dalam menghadapi tahun ajaran baru ini.

“Selain dukungan untuk pendidikan, tanggal 23 Juli nanti diperingati sebagai hari anak nasional. Kami ingin anak-anak di pulau Rimau Balak membaca buku bacaan yang bisa menambah wawasan,” ungkap Bripka Agung Gde Asmarajaya.

Bripka Agung Gde mengatakan, Sambang Nusa memiliki tujuan untuk mendukung dunia pendidikan. Saat melakukan patroli, para siswa di dekat pantai juga diberi kesempatan untuk naik ke kapal patroli jenis C3. Saat naik ke kapal patroli Satpolair, edukasi diberikan terkait tugas Satpolair. Sembari membaca buku, anak-anak usia sekolah bisa terinspirasi untuk menjadi anggota polisi.

Edukasi yang diberikan melalui kegiatan Sambang Nusa, juga sekaligus mengajarkan anak sejak dini untuk menjaga laut. Salah satu langkah, di antaranya menjaga lingkungan pesisir pantai dengan menanam mangrove dan tidak membuang sampah di laut.

Anak-anak tersebut juga diberi tugas untuk menyampaikan kepada orang tua, agar melakukan penangkapan ikan dengan alat ramah lingkungan.

“Kami sebagai anggota Satpolair Lamsel juga melakukan patroli di alur masuk pelabuhan Bakauheni, dan imbauan agar nelayan tidak memasang jaring yang mengganggu aktivitas kapal,” ungkap Bripka Agung Gde.

Sambang Nusa dengan pembagian paket peralatan tulis dan buku bacaanm, sebut Bripka Agung Gde Asmarajaya, mendapat dukungan dari Kasatpolair Polres Lamsel, AKP Toni Apriadi.

Melalui kegiatan kepedulian bagi sekolah tersebut, menjadi semangat bahwa anak-anak pulau terluar berhak menerima pendidikan yang sama dengan anak-anak di daratan.

Bantuan dan dukungan dari Satpolair Polres Lamsel, menurut Sukirdi sangat membantu. Sebagai sekolah di pulau terpencil, sejumlah fasilitas masih terbatas. Bagi para guru yang berasal dari Pulau Sumatra, mengandalkan perahu jukung, dan saat ini kondisi dermaga tambat perahu memprihatinkan.

Selain dukungan dari Satpolair, ia berharap pihak terkait bisa membantu melakukan perbaikan dermaga yang mendukung infrastruktur pendidikan tersebut.

Lihat juga...