hut

Satu Lagi, Balikpapan Hadirkan Ekowisata Mangrove

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN — Satu lagi, Ekowisata Mangrove Kariangau menambah destinasi wisata di Kota Balikpapan. Ekowisata mangrove Kariangau berada di Kelurahan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat yang letaknya tidak jauh dari Pelabuhan Kampung Baru.

Ekowisata Mangrove Kariangau memiliki daya tarik tersendiri bagi Anda yang berkunjung. Melalui destinasi tersebut, pengunjung diajak makan di atas rumah mainan berbentuk kapal dengan bahan dasar kayu.

Makanan yang disajikan juga makanan hasil perikanan Balikpapan yang diolah oleh nelayan sekitar. Makanannya yaitu kepiting, pempek dan makanan ringan seperti amplang, singkong goreng dan ubi rebus.

Rumah makan yang berbentuk kapal itu bisa menampung puluhan orang, pengunjung dapat melihat keindahan alam langsung yaitu kesegaran udara di pinggir perairan Teluk Balikpapan dan pohon mangrove.

Apalagi di sekitar bangunan berbentuk kapal itu, pengunjung juga bisa menyusuri jembatan ulin sekitar 2 kilometer.

Di jembatan ulin itu juga ada pendopo, dimana masyarakat bisa berdiskusi dan menikmati makanan yang dijual masyarakat sekitar.

Bangunan berbentuk kapal dan melatih warga sekitar untuk dijadikan ekowisata mangrove Kariangau itu merupakan program CSR dari Pertamina. Investasinya sendiri menghabiskan dana sebesar Rp200 juta.

Ali Akbar Tampubolon, Operation Head Depot LPG Balikpapan di sela kegiatan peresmian ekowisata mangrove Kariangau, Minggu (21/7/2019) – Foto: Ferry Cahyanti

“Persiapan program ini sejak tahun 2018. Karena dari ekowisata ini kami ingin masyarakat juga mandiri secara ekonomi dan menjaga lingkungannya,” jelas Ali Akbar Tampubolon, Operation Head Depot LPG Balikpapan, di sela kegiatan peresmian ekowisata mangrove Kariangau.

Menurutnya, program dilaksanakan karena melihat potensi pemberdayaan masyarakat dan pengembangan wisata di kawasan jembatan ulin Kariangau.

“Dengan adanya potensi itu maka perlu dibekali pelatihan budidaya kepiting bakau, pelatihan pembuatan produk makanan olahan, dan pembangunan rumah makan berbentuk perahu yang akan menjadi tempat pemasaran hasil produk tambak dan makanan olahan buatan masyarakat,” katanya Minggu (21/7/2019).

Ali Akbar melanjutkan pembangunan keramba dan rumah makan berbentuk kapal tersebut dikerjakan secara gotong royong oleh masyarakat Kariangau.

“Dengan harapan akan menumbuhkan rasa memiliki dari masyarakat terhadap bantuan yang telah diberikan oleh Pertamina. Karena nantinya setelah diserahkan perawatan untuk menjaganya juga diserahkan masyarakat sekitar,” tandasnya.

Dalam peresmian ekowisata, Rizal Effendi selaku Wali Kota Balikpapan juga berpesan, agar masyarakat terus aktif menjaga kelestarian mangrove di wilayah tersebut.

Karena selain melindungi lingkungan, mangrove juga merupakan sumber pakan untuk kepiting yang dibudidayakan, sehingga keberlangsungan program ini juga sangat bergantung pada kelestarian kawasan mangrove itu sendiri.

“Jaga lingkungan sekitar agar tetap bersih dari sampah. Kualitas juga tetap dijaga agar pergerakan ekonomi warga sekitar meningkat,” imbuhnya.

Lihat juga...