hut

Semua Posyandu di NTB Diharapkan Bisa Jadi Posyandu Keluarga

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menargetkan, proses revitalisasi Posyandu tidak saja bertujuan menghidupkan kembali Posyandu yang saat ini tidak aktif, tersebar di seluruh kabupaten dan kota.

Tapi, lebih dari itu, revitalisasi Posyandu sebagai upaya mendorong Posyandu yang ada bisa menjadi Posyandu keluarga dan paripurna.

Artinya keberadaan Posyandu di setiap dusun dan kelurahan, tidak lagi sebatas tempat konsultasi atau menimbang berat badan anak, tapi juga tempat konsultasi remaja dan ibu lanjut usia (Lansia).

“Posyandu keluarga artinya yang datang itu bukan hanya balita dan ibu hamil. Tapi remaja usia produktif dan lansia. Dengan banyak yang datang posyandu bisa menjadi pusat informasi,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB, Nurhandini Eka Dewi, Jumat (5/7/2019).

Melalui Posyandu keluarga, nantinya remaja juga bisa mendapatkan edukasi tentang bahaya menikah dini, tempat berkonsultasi terkait kesehatan reproduksi.

Suasana kegiatan pelatihan bagi kader Posyandu di Kabupaten Lombok Tengah – Foto: Turmuzi

Intinya Posyandu keluarga menjadi pusat informasi masyarakat dari anak balita, remaja hingga lansia.

Dengan berstatus Posyandu keluarga, bisa lebih mendekatkan layanan kepada masyarakat, untuk rujukan tetap ke Puskesmas atau rumah sakit.

“Targetnya, dalam lima tahun ke depan, 50 persen bisa jadi Posyandu keluarga. Posyandu keluarga lebih kompleks, ada Posbindo, remaja dan lansia,” katanya.

Karena itulah, dalam proses revitalisasi, selain menghidupkan kembali Posyandu yang tidak aktif, juga menyiapkan SDM kader, termasuk melengkapi fasilitas dan sarana prasarana pendukung.

Posyandu yang saat direvitalisasi sendiri adalah Posyandu tidak aktif, kalau yang sudah aktif akan tetap ditingkatkan kualitasnya dan tinggal didorong menjadi Posyandu paripurna atau keluarga.

“Posyandu yang belum berdaya atau tidak aktif sampai saat ini antara 20 sampai 25 persen dan itu menjadi tugas Dinkes untuk mengeksekusi di lapangan,” terangnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, mengatakan, kader Posyandu merupakan garda terdepan melakukan deteksi dini dan tempat melakukan konsultasi kesehatan bagi masyarakat.

Karena itu peningkatan SDM maupun sarana pendukung yang dibutuhkan harus terus ditingkatkan hingga bisa mandiri menjadi Posyandu keluarga.

Melalui Posyandu keluarga nantinya permasalahan kesehatan masyarakat, terutama ibu dan anak seperti gizi buruk, stunting dan sejumlah penyakit lain, bisa teratasi.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com