hut

SMA Labschool Beri Ruang Kreativitas Siswa

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — SMA Labschool Jakarta terus berusaha memberikan ruang kreativitas yang besar bagi para siswanya. Belajar tidak harus selalu di ruang kelas dengan mengejar nilai kognitif tinggi, yang hanya mengasah aspek pengetahuan (otak kiri) saja.

SMA Labschool Jakarta mendesain program tahunan sebagai wadah pemberdayaan kreativitas dan otak kanan para siswa, seperti kegiatan seni rupa berupa Pameran Lukisan Karya Siswa 2019 ini bertema “Menjadi Manusia: Pemberian Hati Nurani”.

Pameran yang berlangsung sejak tanggal 13 Juli ini diikuti oleh 29 siswa Kelas XII SMA Labschool Jakarta, bertempat di Museum Seni Rupa dan Keramik Kota Tua. Acara puncak pameran seni ini di isi dengan diskusi kebudayaan dengan pembicara Hilmar Farid, Dirjen Kebudayaan Kemdikbud RI.

Dalam diskusi tersebut, Hilmar Farid sangat mengapresiasi program tahunan SMA Labschool Jakarta ini. Menurutnya, kegiatan ini memotivasi para siswa untuk bercita-cita menjadi seniman, pelukis, desainer, dan sejenisnya.

“Tidak melulu mengejar profesi yang sudah biasa seperti dokter, pengacara, dan dosen. Menjadi lebih menarik sebab Labschool adalah sekolah umum, bukan sekolah disain atau vokasional, namun tetap memberikan ruang kreatif di bidang kesenian kepada para siswanya,” ucapnya di sela acara, Rabu (17/07/2019).

Hilmar Farid, Dirjen Kebudayaan Kemdikbud bersama kepala sekolah, guru, dan siswa-siswi peserta seni lukis. -Foto: M. Fahrizal

Saffa Inayati, guru seni rupa sekaligus pembimbing kegiatan mengatakan bahwa kegiatan ini sudah menginjak tahun ke lima dan mempunyai dampak yang sangat positif dalam membentuk karakter siswa, termasuk menginspirasi mereka untuk mencipta karya.

Saffa katakan bahwa tujuan paling utama dan paling mendasar kegiatan kreatif ini adalah bahwa peranan seni budaya terhadap pembentukan karakter pribadi siswa yg harmonis, dengan memadukan unsur estetika, logika, kinestetika dan etika seorang siswa dalam era milenial sangat dibutuhkan.

Saffa mengungkapkan bahwa di era Revolusi Industri 4.0 ini, perpaduan berbagai keilmuan dan keterampilan sangat dibutuhkan dunia kerja. Dunia kerja membutuhkan insan-insan kreatif dan aktif mencipta karya.

“Pameran ini memberikan kesempatan bagi siswa memiliki portofolio karya, sehingga karya lukisannya bisa dinikmati oleh publik, tak hanya dipajang di ruang kelas yang dinikmati secara terbatas,”Ucapnya.

Suparno Sastro, Kepala Sekolah SMA Labschool, Jakarta, menambahkan bahwa pameran seni lukis ini hanyalah sebagian bentuk kegiatan kecil dari begitu banyak kegiatan seni lainnya, namun paling tidak, harapannya kegiatan ini mempunyai dampak yang besar buat peserta pameran, orang tua peserta, masyarakat umum dan terutama penyadaran terhadap lembaga pendidikan terkait.

Suparno berharap dengan adanya kegiatan ini dapat membuka wawasan bagi sekolah-sekolah lainnya. Dan melalui apresiasi ini akan memacu para siswa untuk terus kreatif, berkarya di kemudian harinya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!