hut

SMP N 2 Karangreja Manfaatkan Barang Bekas untuk Fasilitas Sekolah

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

PURBALINGGA — SMP Negeri 2 Karangreja sangat gemar memanfaatkan barang-barang bekas untuk dijadikan berbagai fasilitas pendukung. Tak hanya itu, sekolah yang dikenal ramah lingkungan ini, juga mengolah sampah menjadi pupuk.

Kepala SMP N 2 Karangreja, Riswanto. Foto : Hermiana E.Effendi

Memasuki lingkungan sekolah, kesan pertama adalah asri, bersih, indah serta tertata rapi. Ada tempat duduk di taman yang terbuat dari ban bekas, pot-pot gantung dari bekas botol minuman kemasan serta bebatuan yang dicat warna-warni. Siswa pun terlihat sangat nyaman, karena banyak tempat-tempat teduh yang menjadi lokasi untuk bersantai saat jam istirahat.

Kepala SMP N 2 Karangreja, Riswanto mengatakan, sejak awal, pihaknya selalu menekankan kepada seluruh siswa dan para guru, untuk memanfaatkan barang-barang bekas di lingkungan sekolah. Bahkan, untuk membuat kursi taman dari ban bekas maupun kayu pohon, dilakukan bersama dengan bergotong-royong.

“Ini merupakan salah satu wujud inovasi kami di bidang wisata pendidikan, dimana sekolah juga harus bisa menjadi tempat wisata yang nyaman untuk para siswa, sehingga dalam menuntut ilmu juga lebih baik,” tuturnya, Rabu (17/7/2019).

Banyak fasilitas  yang bisa dinikmati para siswa dan guru, antara lain green house, kebun yang berisi berbagai macam tanaman sayuran, taman yang dipenuhi aneka bunga-bunga, taman vertikal, gazebo, sudut baca, kantin serta fasilitas pemanfaatan sampah dan limbah.

Untuk pengolahan sampah, pihak sekolah melibatkan para siswa. Seluruh anak didik harus aktif mengumpulkan sampah dan memisahkan antara organik dan anorganik. Selanjutnya, pengolahan  akan dilakukan bersama-sama. Biasanya para siswa yang dalam mata pelajaran yang ada materi pengolahan sampahnya, akan terjun langsung ikut mengolah.

“Untuk pengolahan ini, kita melibatkan siswa, supaya mereka memahami cara pengolahan dan terbiasa dengan gaya hidup meminimalkan sampah. Untuk peralatan, kita juga mendapat bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purbalingga,” terang Riswanto.

Pembuatan berbagai fasilitas sekolah dilakukan sendiri oleh tenaga pelaksana dari SMPN 2 Karangreja untuk menghemat biaya dan disesuaikan dengan kebutuhan yang santai, nyaman namun tetap ramah lingkungan.

Lihat juga...