hut

Suka dan Duka KSU Derami Mendirikan Posdaya Baru

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatera Barat, dalam menjalankan perannya membantu masyarakat kurang mampu, tidak semudah yang dibayangkan.

Melalui keberadaan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) yang merupakan perpanjangan tangan KSU Derami, menjangkau masyarakat hingga ke pelosok tataran sosial.

Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati, mengatakan, hingga petengahan tahun ini, ada 31 Posdaya yang masih beroperasi melakukan layanan Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja).

Melalui peran Posdaya, KSU Derami dapat mengembangkan sayap membantu lebih banyak masyarakat, yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan.

Ketua KSU Derami Padang Sayu Putu Ratniati/Foto: M. Noli Hendra

Saat ini, dari 31 Posdaya itu, ada tiga ribu lebih masyarakat yang telah dibantu oleh KSU Derami melalui unit usaha Tabur Puja di masing-masing Posdaya tersebut.

Supaya lebih luas lagi menjangkau masyarakat prasejahtera, maka dibutuhkan adanya Posdaya yang dimulai dari tingkat kelurahan.

“Proses untuk mendirikan Posdaya itu tidaklah mudah. Langkah pertama harus menemui lurahnya dulu, lakukan sosialisasi dan berbagai penjelasan lainnya seputar Tabur Puja. Terkadang tidak semua lurah yang bersedia, karena ada program pemerintah yang sama dengan Tabur Puja. Akibatnya, Tabur Puja tidak dapat izin untuk ada, karena dinilai dapat menjadi pesaing dari program pemerintah tersebut,” katanya, Selasa (16/7/2019).

Menurutnya, apabila menemukan kondisi yang demikian, maka mau tidak mau, KSU Derami Padang harus mengurungkan niat untuk mendirikan Posdaya. Karena dalam syarat pendirian Posdaya itu, ada izin dan SK dari kelurahan.

Untuk itu, sangat penting adanya izin dari lurahnya. Namun, jika diterima keberadaan Tabur Puja di sebuah tingkat kelurahan, maka upaya selanjutnya yakni menemui RW. Hal ini dikarenakan, untuk mendirikan Posdaya, perlu mencari kepengurusan yang dinilai tokoh masyarakat di daerah setempat.

“Kalau sudah oke oleh lurahnya, kita lanjut ke RW. Nah di sini biasanya tidaklah terlalu rumit, karena yang namanya hadirnya program yang membantu masyarakat untuk memberikan pinjaman modal usaha  sangat minim, selalu diterima dengan tangan terbuka. Di tingkat RW ini, kita hanya perlu memberikan pemahanan tentang Tabur Puja, dan sistem menjalankan Posdaya,” ungkapnya.

Ayu menyatakan, kebanyakan dari setiap pengurus yang dipilih oleh KSU Derami, merupakan orang-orang yang dinilai memiliki pendidikan dan keilmuan yang bagus dalam bermasyarakat. Karena yang namanya bermasyarakat, haruslah tokoh masyarakat. Apabila asal-asal saja, maka risikonya, Posdaya tersebut bakal tidak diterima oleh masyarakat.

Ia melihat, Posdaya yang didirikan itu, harus memiliki sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan oleh KSU Derami yang bersandarkan kepada aturan dari Yayasan Damandiri, dimana ada empat pilar yang harus dijalankannya. Di antara empat pilar itu, ada untuk Tabur Puja, sehingga mereka yang menjadi pengurus Posdaya, haruslah mampu menjalankan roda bisnis seperti sebuah perbankan.

“Jadi Posdaya itu ketika menyalurkan pinjaman modal usaha dari Tabur Puja, sistem kerjanya itu layaknya bisnis di perbankan. Kita yang bina mereka, dan nantinya akan terus berjalan, sesuai dari inovasi-inovasi yang dilakukan oleh pengurus.

Ayu mengaku, keberadaan Posdaya adalah hal penting dalam penyaluran pinjaman lunak Tabur Puja hingga sampai ke berbagai lini kehidupan masyarakat.

Mulai dari kondisi kehidupan masyarakat yang sebelumnya hanya sebagai ibu rumah tangga, kini bisa mengubah hidupnya, ke arah yang lebih baik.

Setidaknya, dari hasil usaha yang dijalani setelah mendapatkan dukungan dana modal usaha dari Tabur Puja, bisa memenuhi kebutuhan belanja keluarganya.

“Kalau dilihat cara melangkah masuk ke lurah itu memang sulit, ada pemikiran apakah ditolak atau malah diterima. Kenapa ada pemikiran yang demikian, karena sistem yang dijalankan dari Tabur Puja, hampir sama yang dimiliki oleh pemerintah. Hanya saja, di Tabur Puja pinjamannya berjumlah sedikit, dan syaratnya hanyalah jaminan sosial,” paparannya.

Kendati ada persoalan yang ditolak oleh pihak kelurahan untuk mendirikan Posdaya, KSU Derami Padang merasa tidaklah harus membesar-besarkan hal yang  tersebut.

Karena tujuan dihadirkannya Tabur Puja bukanlah untuk bisnis, tapi melainkan misi untuk mengentaskan kemiskinan, dengan cara memberikan peluang membuka usaha baru yang mampu mendatangkan nilai ekonomi.

Lihat juga...