hut

Surabaya Siapkan Kisi-Kisi Pelajaran Anti Korupsi

Antikorupsi, ilustrasi -Dok: CDN

SURABAYA – Pemkot Surabaya siap menyusun kisi-kisi pelajaran anti korupsi. Pelajaran tersebut akan disiapkan untuk jenjang pendidikan SD dan SMP.

Mata pelajaran antikorupsi siap tersebut, mengikuti anjuran dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Dibutuhkan untuk melakukan pencegahan sejak dini praktik korupsi, kolusi dan nepotisme,” kata Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, Minggu (14/7/2019).

Menurutnya, pelajaran antikorupsi harus diajarkan, bukan hanya sekadar dihafalkan. “Nanti saya bersama Dinas Pendidikan (Dispendik) akan membuat Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya pendidikan antikorupsi,” tegasnya.

Menurut Risma, kurikulum antikorupsi nantinya akan diintegrasikan dalam pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN). Kurikulum paling penting adalah, penerapan dalam kehidupan sehari-hari, seperti nilai kedisiplinan, kejujuran, tidak mencontek dan mampu membentuk karakter siswa yang lebih baik.

Pendidikan antikorupsi sangat penting ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Hasilnya, akan membentuk karakter positif ketika mereka dewasa nanti. Jika pendidikan antikorupsi ditanamkan sejak dini, ke depannya anak-anak akan terbiasa berbuat jujur.

Dan akan terbentuk sikap positif bagi generasi Indonesia yang akan datang.”Mulai kecil kita tanamkan, maka besarnya tidak akan sulit untuk berubah. Saya yakin kalau ini kita lakukan akan menjadi anak-anak yang luar biasa,” tandasnya.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, menekankan pentingnya kurikulum antikorupsi masuk di sekolah-sekolah dalam rangkaian kegiatan roadshow Bus KPK 2019 dalam program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi.

Saut menyebut, kurikulum antikorupsi janganlah dijadikan beban bagi anak-anak. Namun, yang paling penting adalah penerapan dari kurikulum tersebut. “Jadi jangan dijadikan beban kurikulum agar siswa mampu menerapkannya, nanti juga tidak ada ujiannya, karena sudah diterapkan setiap hari,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...