hut

Surut Terjauh dan Surya Terbenam, Tarik Minat Wisatawan ke Pantai Suak

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Kondisi cuaca bersahabat dengan gelombang landai, angin sepoi-sepoi menjadi sajian pantai barat Lampung Selatan (Lamsel).

Hamidah, salah satu warga Kecamatan Sidomulyo menyebut pantai Suak di sisi barat jadi destinasi wisatawan kala senja.

Lokasi yang menghadap ke laut sudah dikunjungi wisatawan sejak pagi, siang hingga sore. Surut terjauh dalam beberapa pekan terakhir membuat warga memilih mengunjungi pantai.

Hamidah (kanan) dan sejumlah warga melakukan kegiatan bancakan atau makan bersama di pantai Suak, Sidomulyo Lampung Selatan, Minggu (21/7/2019) – Foto: Henk Widi

Ia menyebut saat surut terjauh, warga bisa melakukan kegiatan mencari ikan, kerang, rumput laut. Jenis ikan yang ada merupakan ikan karang yang terjebak pada bebatuan.

Sementara sejumlah wanita mencari rumput laut jenis lumai atau dikenal dengan anggur laut. Sebagai lalapan, saat ke pantai lalapan segar khas laut itu disantap bersama ikan bakar.

Tradisi bancakan saat mengunjungi pantai diakui Hamidah masih dalam suasana libur akhir pekan. Dua pekan sebelumnya cuaca tidak bersahabat ditandai gelombang tinggi.

Namun pada Minggu (21/7/2019) laut lebih tenang dan surut. Kondisi aman untuk mengajak anak-anak membuat pantai ramai sejak pagi hingga petang. Bagi sejumlah remaja menunggu petang di pantai Suak digunakan untuk mempercantik linimasa Instagram.

“Selain surut terjauh pengunjung bisa berjalan-jalan di pasir putih, karang yang bagus dan bisa melihat matahari terbenam atau sunset untuk pecinta fotografi, bahkan ada yang untuk prewedding,” terang Hamidah salah satu pengunjung pantai Suak saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (21/7/2019) sore.

Mengajak serta sejumlah ibu rumah tangga grup arisan, rekreasi di pantai Suak jadi momen kebersamaan. Cuaca yang bagus membuat sejumlah ibu yang mengajak serta anak-anak tidak khawatir ombak.

Sebab kontur pantai yang terhalang sejumlah batu karang menyajikan pasir putih dan kolam dangkal alami. Anak-anak didampingi sejumlah orang dewasa bahkan bisa berenang tanpa pelampung ban.

Jasa penyewa ban di pantai Suak Sidomulyo sepi peminat, Minggu (21/7/2019) – Foto: Henk Widi

Hendra, salah satu penyedia jasa penyewaan pelampung ban mengaku akibat surut terjauh, penyewa ban minim. Ia menyebut sebagian pengunjung yang mengajak serta anak-anak dalam sehari bisa menyewa sebanyak 10 ban.

Sebanyak 50 ban pada kondisi normal bisa disewa sebanyak 30 ban untuk berenang. Namun saat surut terjauh tanpa pelampung ban sejumlah pengunjung tetap bisa berenang degan aman.

Penyewaan pelampung ban disebutnya ramai saat libur panjang. Saat musim liburan ia menyewakan ban sebesar Rp5.000 untuk ban kecil, Rp10.000 untuk ban sedang dan Rp15.000 untuk ban besar.

Meski demikian saat kondisi sepi ia menyewakan ban semua ukuran hanya Rp5.000 karena sepi peminat. Ia menyebut penyewa ban yang sepi cukup wajar karena air laut surut.

“Surut kerap terjadi saat sore dan warga memilih mencari ikan serta berenang karena aman dan sebagian menunggu matahari terbenam,” papar Hendra.

Surut terjauh juga dimanfaatkan nelayan untuk melakukan perbaikan perahu. Kegiatan tersebut dilakukan karena bagian bawah perahu bisa dengan mudah diperiksa serta dicat untuk pemeliharaan.

Aktivitas nelayan yang menarik berpadu dengan suasana senja kerap diburu oleh sejumlah wisatawan. Terlebih di pantai Suak sejumlah warga menyediakan homestay dan ada villa yang dikelola pemilik usaha wisata.

Akses yang mudah hanya berjarak sekitar 10 kilometer dari jalan utama membuat pantai Suak kerap dikunjungi. Uniknya sejumlah pantai yang dikelola masyarakat bahkan tidak harus membayar tiket masuk.

Meski demikian saat libur akhir pekan akan ada petugas parkir yang menjaga kendaraan pengunjung. Kearifan lokal dan keramahan warga membuat wisatawan betah dan nyaman saat tiba di pantai Suak.

Terbenamnya surya di pantai Suak diakui Hendra kerap dinanti saat bulan Juli hingga Agustus. Sebab untuk menuju ke sejumlah pantai di wilayah tersebut akses jalan sangat mendukung. Pasalnya saat musim penghujan jalan yang licin dan berlubang menghambat wisatawan.

Meski sajian sejumlah pantai di Suak beragam wisatawan enggan datang saat musim hujan. Menanti matahari tenggelam di ufuk barat dalam suasana air surut diakui Hendra jadi momen indah di pantai Suak.

Lihat juga...