hut

Tabur Puja Topang Usaha Kecil hingga Jadi Besar

Editor: Koko Triarko

PADANG – Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja), Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Dermai) Padang, Sumatra Barat, telah mengantarkan banyak usaha kecil berkembang hingga menjadi berskala besar. Salah satunya, usaha kerajinan seprai di Kelurahan Pitameh Tanjung Saba Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Padang.

Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati, mengatakan, pemilik usaha seprai tersebut adalah anggota Posdaya Bunga Tanjung, yang dipimpinnya. Di Posdaya ini, banyak tumbuh usaha dari tangan para ibu rumah tangga yang sebagian besar suaminya bekerja di pabrik karet.

Namun, penghasilan dari upah buruh pabrik, ternyata tidak membuat lingkungan di sana terlihat memiliki kondisi ekonomi yang memadai. Menurut Ayu, di sekitar Posdaya Bunga Tanjung terdapat 300 Kepala Keluarga (KK). Sebagian di antaranya merupakan nasabah Tabur Puja, yang terdiri para ibu rumah tangga.

Kehadiran Tabur Puja, diakui sangat membantu kegiatan para ibu rumah tangga yang bergerak di bidang usaha mikro hingga menengah. Bahkan, banyak di antara mereka kemudian berhasil menjadi usaha mandiri. Salah satunya, usaha kerajinan Anna Seprai Bedset.

Ayu menyebutkan, usaha seprai itu semula hanya merupakan usaha rumahan, dengan satu alat mesin jahit. Namun, sejak pengusaha itu menjadi anggota Tabur Puja dan jumlah pinjaman mencapai nilai tertinggi, yakni Rp5 juta, kini usaha tersebut telah menjadi usaha skala besar.

“Selain sebagai ketua koperasi, saya juga tetap menjalankan Posdaya yang saya pimpin. Karena, dari menjadi ketua posdaya ini saya bisa memimpin sebuah koperasi. Nah, bukti keberhasilan yang telah dilakukan selama bergelut di Posdaya itu, usaha kerajinan seprai. Sekarang usahanya terbilang sudah besar, bahkan telah punya sejumlah karyawan,” katanya, Rabu (24/7/2019).

Ia menjelaskan, usaha kerajinan seprai itu kini tidak lagi menjadi nasabah Tabur Puja, karena usahanya telah tumbuh dalam skala besar, sehingga tidak lagi menjadi prioritas untuk diberikan pinjaman modal usaha Tabur Puja.

Meski ada permintaan untuk mendapatkan pinjaman dalam jumlah puluhan juta, KSU Derami Padang mengaku tidak bisa menyanggupi pengajuan tersebut.

Menurutnya, sejak ada Tabur Puja di Posdaya Bunga Tanjung, sangat terlihat adanya geliat usaha-usaha kecil yang dijalankan oleh masyarakat setempat. Pekarangan rumah yang selama ini lepas saja, kini dimanfaatkan untuk membuka usaha warung kelontong.

“Jadi, ibu-ibu di sini bisa menabung dari hasil usahanya. Karena untuk kebutuhan rumah tangga bisa dipenuhi dari penghasilan sang suami yang bekerja sebagai buruh,” jelasnya.

Sementara itu, Anna, pemilik usaha kerajinan seprai, mengaku kini usahanya telah memiliki omzet hingga puluhan juta rupiah per bulan. Dari hanya memiliki satu mesin jahit, setelah mendapat topangan dana dari Tabur Puja, dari tahun ke tahun, akhirnya kini usaha miliknya menjadi lebih besar, dan telah memiliki sejumlah pekerja, dan memiliki pangsa pasar seprei yang lebih luas.

“Untuk menjual seprai ini, saya ada toko. Selain dipajang di toko, saya juga menjualnya lewat media sosial dan situs belanja online. Dengan memanfaatkan sejumlah media promosi itu, usaha kerajinan saya ini mendapat respons positif dari banyak orang, terutama di wilayah Kota Padang,” katanya.

Ia mengaku pernah mengajukan pinjaman modal usaha ke Tabur Puja dengan jumlah Rp10 juta, untuk memperbanyak jumlah produksi, dengan cara menambah mesin jahit dan kebutuhan lainnya.

“Namun tidak bisa diproses oleh Tabur Puja, karena melebihi dari jumlah tertinggi yang telah ditetapkan oleh koperasi, yakni Rp5 juta,” pungkasnya.

Lihat juga...