hut

Tahun ini Sembilan Bendungan dan Irigasi di Pessel Diperbaiki

Editor: Mahadeva

PESISIR SELATAN – Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat memperbaiki sembilan bendungan dan saluran irigasi di tahun ini.

Perbaikan dilakukan dengan memanfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp5,4 Miliar. Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Pesisir Selatan (Pessel), Doni Guzrizal, menjelaskan, sembilan lokasi bendungan dan irigasi tersebut berada di Kecamatan Sutera, Kecamatan Koto XI Tarusan (2 lokasi), Bayang Utara (2 lokasi), dan Kecamatan Lenggayang, Ranah Pesisir, Linggo Sari Baganti sereta Kecamatan Batang Kapas, masing-masingnya mendapat satu perbaikan bendungan dan irigasi.

Ke-sembilan daerah itu merupakan daerah pertanian di Pessel. Sehingga, keberadaan bendungan dan irigsi di kawasan tersebut perlu optimal. “Selain menggunakan anggaran DAK Pesisir Selatan, juga mendapat suntikan dana dari APBN sebanyak Rp10 Miliar bersumber dari Bank Dunia. Kendati demikian, proses lelang berada di Balai Wilayah Sungai Sumatera V, yang berkantor di Kota Padang. Sedangkan untuk pelaksanaan barulah dilakukan oleh PSDA Pesisir Selatan,” ujarnya, Rabu (24/7/2019).

Doni menyebut, perbaikan bendungan dan irigasi yang bersumber dari APBN dilakukan di Lumpo yaitu untuk dua Kecamatan IV Jurai, Bantaian Linggo Sari Baganti, Tangjung Durian Lenggayang. Untuk itu, diharapkan proses lelang bisa dipercepat, sehingga lokasi bisa segera dipersiapkan.

Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni saat memaparkan rencana perbaikan sejumlah bendungan dan irigasi di daerhanya dengan mempergunakan dana APBN, Rabu (24/7/2019) /Foto: M. Noli Hendra

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, mengatakan, satu bendungan yang bakal diperbaiki adalah, bendungan sawah laweh Kecamatan Koto XI Tarusan. Kegiatannya menelan anggaran Rp284 Miliar yang bersumber dari APBN pusat. “Pembangunan bendungan diharapkan, bisa meningkatkan kontinuitas suplai air pada areal sawah yang sudah ada. Setidaknya masih ada seluas 2.023 hektare yang saat ini masih sawah tadah hujan,” jelasnya.

Bendungan yang sedang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) adalah, Daerah Irigasi Sawah Laweh Tarusan di Kecamatan Koto XI Tarusan. “Ada kurang lebih 18 sungai dengan 11 sungai besar dan tujuh sungai kecil yang berada di 15 Kecamatan dan 182 Nagari yang perlu dilakukan perbaikan. Keberadaan bendungan ini, bisa memberikan manfaat kebanyak orang,” jelasnya.

Kondisi geografis wilayah Pesisir Selatan adalah perbukitan. Sehingga keberadaan bendungan cukup vital untuk membantu petani mengairi sawah, perkebunan dan pertanian. “Keberadaan Bendungan Sawah Lawe di Kecamatan Koto XI Tarusan ini, selain untuk membantu irigasi pertanian, juga bisa sebagai salah satu tempat rekreasi keluarga. Tidak hanya itu, Pemkab Pesisir Selatan juga sedang konsen dalam pengembangan wisata di Mandeh Kecamatan Koto XI Tarusan,” tegasnya.

Di wilayah Tarusan, pembanguan bendungan irigasi juga dinantikan oleh masyarakat di Nagari Tapan, Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan. Didaerah tersebut ada 3.000 hektare lahan pertanian yang membutuhkan aliran air. Pembangunan juga dilakukan untuk saluran irigasi sepanjang lima kilometer.

“Di 2019 ini, pemerintah pusat melalui Kementrian PUPR mengabulkan permohonan masyarakat Tapan untuk pembangunan Bendungan Irigasi Ampang Tulak. Besar anggaranya Rp28 miliar, termasuk juga pembangunan saluran irigasinya sepanjang 5 kilometer,” ucapnya

Menurut Hendrajoni, masyarakat petani di Kenagarian Tapan sudah berharap dibuatkan bendung irigasi sejak 1996 lalu. Namun harapan itu baru tercapai sekarang. Hal itu dikarenakan, masyarakat di daerah tersebut banyak masyarakat yang menggantungkan hidup dari lahan pertanian. Sementara tercatat, hanya 57 persen saja daerah irigasi yang dalam kondisi baik, 28 persen kondisinya sedang, dan 28 persen dalam kondisi buruk.

Lihat juga...