hut

Tangani Rabies, Pemkab Sikka Kerahkan 70 Petugas

Editor: Mahadeva

MAUMERE – Kabupaten Sikka menurunkan sedikitnya 70 orang petugas untuk menangani persoalan rabies. Kebijakan tersebut dilakukan, setelah adanya penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies, sejak 17 Juli 2019 lal oleh Pemkab Sikka.

Petugas dikerahkan, untuk melakukan vaksinasi dan eliminasi Hewan Penular Rabies (HPR). Tugas mulai dilakukan 18 Juli dan akan berakhir pada 4 Agustus 2019. Aksi dilakukan di 10 kecamatan yang ada di Sikka.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, dins Pertanian kabupaten Sikka,drh.Maria Margaretha  Siko, M.Sc.Foto : Ebed de Rosary

“Untuk vaksinasi dan eliminasi Hewan Penular Rabies (HPR) seperti anjing, kucing dan kera, kami kerahkan 70 petugas,” sebut Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, drh. Maria Margaretha Siko, M.Sc, Kamis (18/7/2019).

50 petugas vaksinasi adalah personel Dinas Pertanian Kabupaten Sikka. 40 orang merupakan petugas vaksinator kecamatan, sementara lima lainnya adalah dokter hewan yang bertugas di Dinas Pertanian Kabupaten Sikka. “Semua petugas vaksinator dari kecamatan kami kumpulkan sehingga bisa melakukan vaksinasi secara bersamaan dan serentak. Vaksinasi Kamis (18/7/2019) dilakukan di Kecamatan Waigete. Petugas datang ke rumah warga secara langsung untuk melakukan vaksinasi,” terangnya.

Ada enam desa yang mendapatkan vaksinasi rabies di hari pertama. Setiap desa akan didatangi enam sampai delapan orang petugas, tergantung luas wilayahnya. Masyarakat diminta tidak menolak vaksinasi untuk anjing dan kucing tersebut. “Vaksin anti rabies yang ada untuk kecamatan Waigete disiapkan 9.000 vaksin. Kami masih kekurangan sebanyak 18.000 vaksin lagi untuk melakukan vaksinasi di 10 kecamatan yang rawan,” ungkapnya.

Setelah mendapatkan vaksinasi, HPR akan diberi Kolar atau kalung sebagai penanda telah divaksin. Ada sembilan angka yang tertera pada kolar sebagai penanda. “Dua angka pertama kode kecamatan, dua angka kedua kode desa, dua angka ketiga kode dusun dan tiga angka terakhir nomor anjing. Kalau ada yang tidak ada kalung, maka anjing tersebut belum divaksin dan kalau ditemui akan dieliminasi,” tegasnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Kebencanaan BPBD Sikka, Bakri Kari, menyebut, petugas BPBD yang terlibat ada 20 orang. Selain itu BPBD juga membantu empat mobil sebagai armada droping logistik ke daerah yang sulit dilewati sepeda motor. “Karena ini statusnya KLB, sehingga kami juga terlibat dengan menyiapkan personel untuk membantu petugas vaksin. Kami juga mengerahkan mobil dobel gardan yang bisa menjangkau medan sulit,” terangnya.

Bakri menyebut, BPBD menganggarkan dana Rp500 juta dari dana tanggap darurat. Bila Jumat (19/7/2019) proses administrasi selesai, maka dana bisa diserahkan kepada Dinas Pertanian dan bisa dimanfaatkan untuk membeli vaksin anti rabies.

Lihat juga...