hut

Tangkal Produk Impor dengan Pameran Produk UKM

Editor: Koko Triarko

MALANG – Ribuan produk unggulan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kota Malang dan beberapa daerah lainnya, dipamerkan dalam gelaran Malang City Expo (MCE), sebagai salah satu upaya menangkal masuknya produk luar negeri ke Indonesia.

Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan, gelaran MCE merupakan wadah bagi para pelaku UKM untuk memperkenalkan produk-produk unggulannya kepada konsumen secara langsung.

“Kami tetap mengedepankan bagaimana caranya bisa menangkal pasar dari luar, agar tidak masuk ke Indonesia dengan memperkuat kualitas dari produk UKM kita sendiri. Tadi sudah ada beberapa produk yang memang mampu bersaing dengan produk impor,” ujarnya, usai membuka MCE di Stadion Gajayana, Kamis (18/7/2019).

Wali Kota Malang, Sutiaji dan Deputi Kemenkop, Victoria Br Simanungkalit, mengunjungi salah satu stan di MCE, Kamis (18/7/2019) –Foto: Agus Nurchaliq

Menurutnya, melalui MCE para pelaku UKM bisa langsung berkomunikasi dengan pembeli. Sehingga, diharapkan paling tidak acara ini bisa menjadi wahana menjalin komunikasi, mengevaluasi hasil, sehingga produk mereka bisa dan layak untuk diekspor.

“Insyaallah komoditi di Indonesia tidak kalah dengan komoditi dari luar negeri. Sekarang tinggal kemauan, keterampilan dan juga teknologi yang kita gunakan harus lebih ditingkatkan lagi,” ucapnya.

Lebih lanjut Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, Victoria Br Simanungkalit, mengaku, bahwa pihaknya sangat mengapresiasi penyelenggaraan pameran-pameran di daerah yang mampu mempertemukan pembeli dengan UKM secara langsung.

“Pameran seperti MCE ini kalau dijadikan sebagai agenda tahunan sangat bagus sekali. Tapi waktu penyelenggaraannya harus tetap, supaya rencana pembeli untuk datang bisa direncanakan dari jauh-jauh hari,” ucapnya.

Menurutnya, saat ini penciptaan dan pengembangan ekonomi baru, telah menjadi perhatian bersama. Karena, diharapkan ekonomi yang tercipta akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat, yang pada gilirannya dapat menjaga momentum pertumbuhan dan memciptakan lapanga pekerjaan.

Upaya penciptaan aktivitas ekonomi baru tersebut dapat dilakukan, antara lain melalui pengembangan UKM yang berbasis ekonomi keatif.

“Kami saat ini sedang mendorong pengembangan ekonomi berbasis kreatif, karena tidak mengandalkan sumber daya alam, tapi mengandalkan sumber daya yang terbarukan, baik berupa pikiran kita, kreativitas kita, budaya kita, maupun alam lingkungan kita yang semuanya mampu untuk membuat produk-produk komoditi,” katanya.

Menurutnya, pemerintah, dalam hal ini kementerian koperasi dan UKM, berkomitmen untuk mendukung pemberdayaan dan pengembangan UKM melalui berbagai program kegiatan strategis dan unggulan yang telah, sedang dan terus akan dikembangkan, antara lain perluasan pemasaran UKM melalui revitalisasi pasar rakyat, fasilitasi pameran, serta fasilitasi standarisasi dan sertifikasi.

Disampaikan Victori, fasilitasi standarisasi dan sertifikasi mereka fokuskan dalam rangka agar produk UKM tidak hanya berorientasi ekspor, tapi juga berorientasi pasar dalam negeri.

“Kita jangan sampai hanya mengejar ekspor, tapi gawang kita justru kebobolan dimasuki pasar asing,” sebutnya.

Karenanya, penyelenggaran pameran MCE diharapkan mampu menjadi wahana pendorong bagi UKM untuk mempromosikan produk, meningkatkan daya saing produk dalam negeri serta memotivasi UKM dalam mengekplorasi potensi sumber daya lokal, sehingga menghasilkan produk-produk yang lebih berkualitas dan bernilai jual, yang pada akhirnya mampu mendorong pertumbuhan perekonomian nasional.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang, Tri Widyani, menyampaikan, Malang City Expo diikuti oleh 120 stan, terdiri dari 12 kementerian, 3 provinsi, yakni DKI Jakarta, Papua dan Banten, serta 20 Kabupaten kota.

Ada juga peserta pameran dari BUMN dan BUMD, dan pengusaha yang ada di Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah. “Pameran kali ini kita targetkan bisa menghasilkan omset sekitar kurang lebih Rp3 miliar. Karena tahun kemarin kita sudah bisa meraih Rp2,5 miliar,” ujarnya.

Lihat juga...