hut

Tebu Hasil Rekayasa Genetik Ini Tahan Cuaca Ekstrem

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JEMBER – Bioteknologi dianggap terbukti mampu mengatasi permasalahan di bidang pertanian akibat cuaca ekstrem melalui Produk Rekayasa Genetika (PRG). Seperti pemanfaatan tebu PRG tahan kekeringan di wilayah PT Perkebunan Nusantara XI (PTPN XI).

Peneliti tebu PRG, Profesor Bambang Sugiharto, menjelaskan, tebu PRG atau dikenal dengan tebu transgenik ini sudah mendapatkan sertifikat keamanan pangan, pakan dan lingkungan sehingga sudah bisa dikonsumsi oleh masyarakat secara luas.

Prof. Bambang Sugiharto saat di ruang kerjanya. Foto: Kusbandono.

“Tebu PRG tahan kekeringan mampu tumbuh di area yang gersang sehingga bisa menghasilkan produktivitas yang tinggi dibandingkan tebu non PRG,” kata Bambang kepada wartawan, Kamis (11/7/2019).

Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Jember (Unej) ini juga menerangkan, tebu yang ditanam tersebut sudah teruji dari segi keamanan hayati meliputi keamanan pangan, pakan dan lingkungan.

Selain mengatasi permasalahan lingkungan yang kekeringan,  tebu tersebut juga dengan produksi gula tinggi.

Saat ini sedang dikaji oleh Komisi Keamanan Hayati apakah aman atau tidak sesuai prosedur. Jika aman, maka produk PRG kedua ini bisa dikomersialkan kepada masyarakat.

“Tebu selanjutnya masih dalam pengkajian Unej yaitu tebu tahan terhadap penyakit mosaic tebu,” tambahnya.

“Salah satu ciri-cirinya yaitu muncul bercak-bercak mosaic pada daun tebu. Jika sudah menyerang, virus penyebab penyakit ini mampu menurunkan produksi mencapai 50 persen,” pungkasnya.

Lihat juga...