hut

Terlambat Diketahui, Warga di Waigete Meninggal Terserang Rabies

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

MAUMERE — Korban gigitan anjing yang tertular rabies di kabupaten Sikka selama kurun waktu januari hingga Juli 2019 menelan korban 2 orang meninggal dunia. Salah satunya Rikardus Laka (29) warga dusun Likot desa Hoder kecamatan Waigete.

“Kami semua keluarga juga tidak tahu adik kami digigit anjing rabies sebab dia tidak kasih tahu. Kami mengetahuinya saat dia dibawa berobat ke dukun di Koting,” sebut Maria Astri kakak kandung korban, Jumat (19/7/2019).

Korban bernama Riki ini pun dibawa oleh keluarga ke dukun kata Maria karena mengeluh sering demam dan menggigil. Keluarga menduga dia terkena racun yang ditaruh di makanan atau minuman sebab malamnya menghadiri pesta di kampungnya.

“Obat penawar racun yang diberikan dukun tidak bereaksi sehingga sang dukun katakan coba diingat-ingat mungkin korban pernah digigit anjing. Adik saya pun sulit minum air dan takut cahaya,” ujarnya.

Setelah itu baru kata Maria, adiknya ingat bahwa tanggal 28 april 2019 pernah digigit anjing di ujung jari kanan saat datang ke rumah keluarga ayahnya bernama Martinus Moa dan isterinya Paulina Poin di depan SDK Likot.

“Adik saya menutup luka gigitan dengan plester luka. Setelah dari dukun kami langsung membawa adik kami ke RS TC Hillers Maumere. Hasil pemeriksaan medis membenarkan adik saya terserang rabies,” terangnya.

Kata Maria, setelah menggigit adik saya anjingnya langsung mati dan dikuburkan namun tidak diberitahukan kepada keluarga korban.

Mahasiswa semester enam jurusan akuntansi Unipa Maumere ini pun dirawat semalam. Keesokan harinya tanggal 30 Juli 2019 sekitar jam 10 malam, sebut Maria, adiknya meninggal dunia.

Lihat juga...