hut

Tidak Semua SD di Balikpapan Jalankan PPDB “Online”

Editor: Mahadeva

BALIKPAPAN – Di hari pertama pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Balikpapan berlangsung kondusif.

Meski diwarnai kebingungan para orang tua siswa. Tidak semua sekolah memberlakukan pendaftaran secara online. Pantauan di SD Negeri 014, panitia PPDB menerapkan empat jalur pendaftaran, yaitu zona pendaftaran, yakni Zona Radius satu (Z-R1) dan Zona Radius (Z-R). Kemudian jalur reguler, ketiga jalur prestasi dan keempat, jalur khusus keluarga miskin.

Yang dimaksud Zona Pada Radius Satu adalah tempat domisili peserta didik sangat dekat dan terdampak aktivitas sekolah. “Di zona ini, ada enam Rukun Tetangga (RT) yang tercatat, yakni RT 29, 30, 36, 53, 59 dan 66.  “Kemudian di Zona Radius, ada 21 RT. Semua zona ada di Kelurahan Graha Indah,” kata seorang guru, Halim.

Zona Radius adalah kawasan yang ditetapkan untuk satu wilayah zona.       Berbeda dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang menerapkan pendaftaran secara online, khusus untuk SD ada sekolah yang tidak menggunakan cara tersebut.

Alur pendaftaran dimulai dengan permintaan nomor antrean, dengan menyerahkan persyaratan berupa Kartu Keluarga (KK) berlogo garuda atau KK terbaru, KTP orangtua, akta kelahiran, serta ijazah TK jika memiliki. Panitia memisahkan calon siswa perempuan dan laki-laki. Pendaftaran tahap pertama, dilakukan untuk seleksi persyaratan. Bagi yang lengkap, akan langsung diberi nomor antrean.

Setelahnya, orangtua menunggu giliran dipanggil untuk mendapatkan formulir pendaftaran. Setelah mengisi formulir, dilakukan wawancara kepada calon peserta didik. “Mulai besok (Selasa, 2/7/2019), bapak bisa melihat hasilnya di papan pengumuman sekolah. Apabila nama anak bapak masih tercantum, artinya ada kemungkinan bisa diterima,” kata Setiyono (40), salah satu orang tua calon siswa menirukan ucapan panitia pendaftaran.

Bagi orangtua yang anaknya tidak diterima, dapat mengambil berkas pendaftaran. Caranya dengan menunjukkan nomor urut pendaftaran yang sekaligus menjadi bukti penyerahan berkas. “Sistem pendaftarannya masih offline. Mulai dari penerimaan dan pengumumannya masih menggunakan model lama. Saya tidak bisa memantau secara realtime posisi pendaftaran anak saya,” ujar Nita, orang tua yang juga mendaftarkan anaknya.

Dengan cara tersebut, Nita sempat khawatir apabila anaknya tidak diterima di sekolah yang dituju pertama. Mengingat jumlah pendaftar lebih besar dibandingkan dengan kuota yang tersedia. “Saya malas-malasan ini isi berkas karena pendaftarnya sudah melebih dari kuota. Apalagi saya hanya ada di Zona Radius meskipun usia-nya sudah mencukupi untuk duduk dibangku Sekolah Dasar,” tandasnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com