hut

Tigapo, Jajanan Khas Lombok dari Ubi Kayu

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LOMBOK – Ubi kayu, selain bisa dijadikan makanan pengganti beras dengan cara direbus maupun dibakar, juga bisa diolah menjadi aneka jajanan dan camilan lezat serta mengenyangkan. Ubi kayu juga termasuk makanan mudah mengenyangkan.

Pada masyarakat pedesaan, dimakan dengan cara dibakar atau direbus, juga sering dibuat jadi adonan berbagai jenis jajanan enak. Salah satunya jajanan Tigapo yang dibuat dengan cara, ubi diparut dan dicampur gula merah di tengahnya.

Laili, ibu rumah tangga di Desa Banyu Urip, Lombok Tengah – Foto: Turmuzi

“Selain bisa dibuat jadi jajanan lemet dan kelepon, ubi kayu juga enak sekali dibuat jadi jajanan Tigapo dicampur gula merah,” kata Laili, ibu rumah tangga di Desa Banyu Urip, Sabtu (20/7/2019).

Tigapo juga termasuk jajanan yang dijadikan hidangan di acara syukuran, karena tahan lama dan tidak mudah basi. Untuk membuat jajanan tigapo sendiri terbilang cukup mudah dengan bahan-bahan sederhana.

Antara lain siapkan ubi kayu secukupnya, selanjutnya dikelupas sampai bersih. Ubi kayu yang telah dikelupas terlebih dahulu diparut halus, kemudian campur dengan satu buah parutan kelapa tua yang serabutnya masih hijau, serta garam secukupnya.

“Selanjutnya ubi kayu yang telah diparut bercampur kelapa dan garam, dibuat bundar seukuran telur. Taruhkan gula merah di dalamnya, bundarkan kembali, tigapo mentah siap digoreng,” katanya.

Ami, warga lain mengatakan, selain digoreng, paling suka makan ubi kayu kalau dijadikan jajanan tigapo apalagi kalau dijadikan camilan pagi ditemani secangkir kopi panas.

Dikatakan, jajanan tigapo paling enak saat masih hangat, sebab kalau sudah dingin, jajanan tigapo biasanya lebih keras, sehingga tak menggugah selera untuk dimakan.

“Paling enak, habis digoreng langsung dimakan. Dicampur dengan kopi panas, terasa lebih nikmat,” katanya.

Lihat juga...