Tim INAFIS POLDA Sumbar Selidiki Penyebab Kebakaran Pasar Lubuk Alung

Editor: Koko Triarko

PADANG PARIAMAN – Kebakaran yang melanda Pasar Lubuk Alung di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, Kamis (11/7) malam, menghanguskan ratusan kios terbakar. Tidak ada satu pun barang yang bisa diselamatkan, sehingga kerugian mencapai miliran rupiah. 

Kepala Seksi Pemadam Kebakaran, Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Provinsi Sumatra Barat, Gusli, mengatakan, saat ini Tim  Indonesia Automatic Finger Print Identification System (INAFIS) POLDA Sumatra Barat dan Labfor Medan, sedang melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab kebakaran.

Ia berharap, dari penyelidikan dapat mengetahui sebab terjadinya kebakaran dahsyat pada malam hari tersebut.

“Di waktu kejadian malam itu, dari Pemprov Sumatra Barat telah dapat laporan dari salah satu warga Lubuk Alung pada pukul 21.30 WIB, yang mengatakan pasar Lubuk Alung terbakar. Kami dari Satpol PP dan Damkar langsung meluncur ke lokasi,” katanya, ketika meninjau lokasi kejadian, Jumat (12/7/2019), sore.

Kepala Seksi Pemadam Kebakaran, Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Provinsi Sumatra Barat, Gusli bersama Kabid Damkar Kabupaten Padang Pariaman, Edison, saat meninjau lokasi kebakaran/ Foto: Ist

Ia menyebutkan,  saat melakukan pemadaman api, hampir setiap menit kendaraan Damkar lalu-lalang, dan diperkirakan ada puluhan unit kendaraan Damkar yang dikerahkan. Dari Padang Pariaman 5 unit, Kota Pariaman 2 unit, Agam 3 unit, Padang 1 unit, Padang Panjang 1 unit, Tanah Datar 1 unit, Limapuluh Kota 1 unit, Payakumbuh 1 unit dan Bukittinggi 1 unit.

Akibat peristiwa itu, ada 142 kios dan beberapa petak lapak hangus terbakar, seperti toko pakaian, salon, bahan pokok makanan, pecah belah, pakaian, elektronik, kosmetik dan lainnya. Untuk kerugian diperkirakan mencapai Rp2 miliar, sedangkan korban jiwa tidak ada.

Kini, sejumlah pedagang berupaya mengemasi barang-barang yang masih bisa diperbaiki. Dari situasi pascakebakaran, bisa dikatakan kerusakan bangunan akibat kebarakan tersebut, mencapai 90 persen.

“Saat ini kondisi Pasar Lubuk Alung harus terhenti untuk sementara waktu khusus di lokasi kejadian. Diharapkan, kepada pedagang untuk bersabar, sembari menunggu hasil penyelidikan,” harapnya.

Menurutnya, kebakaran yang terjadi di Pasar Lubuk Agung itu, terbilang cukup sering, dan bukan kali ini saja terjadi. Namun diperkirakan, kejadian pada Kamis malam itu, merupakan kebakaran yang terparah. Ke depan, masyarakat dan pedagang perlu untuk lebih berhati-hati.

Menurut pantauan dari Satpol PP dan Damkar Sumatra Barat di lapangan, api mulai mengamuk sejak sekitar pukul 20.30 WIB, dan api dapat dikendalikan pukul 22.45 WIB.

“Untuk penyebab pastinya, saat ini Tim Inafis Polda Sumbar dan Labfor Medan sedang melakukan olah TKP, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, kita sudah dapat informasinya,” jelasnya.

Dalam pantauan tersebut, Kasi Damkar Sumbar didampingi Kabid Damkar Kabupaten Padang Pariaman, Edison, Kasi Pencegahan dan Operasional, Panca, dan beberapa petugas Damkar Padang Pariaman yang sampai saat ini masih mengawasi lokasi.

Terlihat di lokasi kejadian, masih ada para pedagang dan masyarakat sekitar berusaha mencari barang-barang yang masih bisa diselamatkan.

Lihat juga...