hut

TMII Peringati Hari Anak Nasional 2019

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) memperingati Hari Anak Nasional 2019. Sebanyak 500 anak dari berbagai sanggar dan sekolah memeriahkan acara ini dengan balutan gelar kebudayaan daerah.

Kepala Bidang Produksi dan Kreatif Bidang Program Budaya TMII, Trimawarsanti, mengatakan, TMII sebagai rumah budaya dan pelestarian, menggelar peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli lalu. Kegiatan ini sebagai komitmen untuk mencerdaskan anak bangsa.

Kepala Bidang Produksi dan Kreatif Bidang Program Budaya TMII, Trimawarsanti dalam acara Peringatan Hari Anak Nasional, Minggu (28/7/2019). – Foto: Sri Sugiarti

Melalui peringatan Hari Anak Nasional ini, TMII ingin membangkitkan semangat dan kecintaan anak-anak Indonesia terhadap khazanah budaya.

“Kegiatan ini adalah salah satu wadah bagi mereka baik dari diklat seni anjungan dan juga sanggar luar TMII. Jadi kami memberi ruang untuk sama-sama menggelar khazanah seni budaya,” ujar Santi kepada Cendana News, ditemui di sela-sela acara peringatan Hari Anak Nasional di Candi Bentar TMII, Jakarta, Minggu (28/7/2019).

Menurutnya, kegiatan ini didukung 500 anak yang tampil menari. Mereka berasal dari anjungan Kalimantan Barat dan Sumatera Utara, diklat seni Atmaja Pelangi Nusantara.

Juga dari sanggar luar TMII, diantaranya, Kasih Anak Indonesia, Panti Asuhan Muslimin, Sekolah Luar Biasa Satya Wiyata, PAUD Sayap Ibu Menteng Wadas, Panti Asuhan Griya Asih dan Taman Sejahtera Sayap Ibu.

“Kurang lebih 500 anak berpartisipasi dalam gerak seni dan tari memeriahkan acara ini. Ada bintang tamu pesulap Pak Tarno yang menghibur anak-anak,” ujar Santi.

Kegiatan ini juga menampilkan berbagai permainan tradisional yang ada di Indonesia, seperti congklak dan bakiak. Permainan ini memiliki semua unsur untuk menjadikan anak-anak semakin cerdas dan mencintai tradisi daerahnya.

Selain itu, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pameran museum yang ada di TMII.

Melalui kegiatan ini, Santi berharap ke depan pertumbuhan anak Indonesia lebih baik. Mengingat mereka adalah generasi penerus masa depan. Dia berharap para orang tua agar terus memotivasi mereka untuk berkarya.

“Jadi wajib para guru atau pendidik dan orang tua bersatu padu  menyiapkan mereka menuju anak Indonesia yang kreatif, mandiri dan tentunya berguna untuk bangsa dan negara Indonesia,” tukasnya.

Santi juga berharap kegiatan ini terus berjalan dan digelar lebih spektakuler lagi. “Tahun depan akan dibuat satu gerak tari massal. Ya mungkin didukung 1000 anak, semoga ya,” tandasnya.

Sriyati Sismayuli Siregar, salah satu guru Sekolah Luar Biasa Satya Wiyata mengaku bangga anak didiknya bisa tampil menari dan menyanyi di TMII dalam kemeriahan Hari Anak Nasional.

Yuli, guru Sekolah Luar Biasa Satya Wiyata pada Peringatan Hari Anak Nasional di TMII, Minggu (28/7/2019). – Foto: Sri Sugiarti

“Tampil di TMII, bangga ya pasti karena menunjukkan kemampuan anak meskipun presentasinya belun seberapa,” ujar Yuli kepada Cendana News.

Kegiatan ini menurutnya, dapat membentuk kepribadian anak lebih percaya diri. Meskipun dalam persiapannya saat latihan hanya sebagai dasar saja.

“Acara ini mampu menumbuhkan kepercayaan diri mereka untuk berani tampil sehingga bisa memotivasi diri sendiri,” tandasnya.

Jika sudah percaya diri maka diharapkan ke depan mereka lebih mudah berkembang. “Jadi anak tidak malu lagi tampil atau minder. Ya kita motivasi mereka,” ujarnya.

Dalam mendidik anak kebutuhan khusus, visi dan misinya menurut Yuli, adalah kita harus menyiapkan mereka untuk bisa terjun di masyarakat dengan menggali potensi yang ada pada dirinya. Seperti gerak seni dan tari yang mereka tampilkan pada peringatan Hari Anak Nasional 2019 di TMII.

Yuli berharap TMII terus menggelar event ini untuk menumbuhkan kreativitas anak di bidang seni. Karena menurutnya, anak-anak itu harus ceria dan enerjik serta berkegiatan.

Dia juga berharap semoga ke depan sekolahnya diundang lagi untuk tampil di TMII.

Lihat juga...