hut

“Tong-tong Night Market”, Alternatif Wisata Malam di Kota Malang

Editor: Mahadeva

MALANG – Sebagai salah satu kota tujuan wisata di Jawa Timur, Kota Malang, masih kekurangan event wisata malam yang bisa digunakan untuk memanjakan wisatawan.

Tong-tong Night Market, adalah salah satu aegnda yang bisa menjadi solusi bagi kota Malang untuk menghadirkan wisata malam. Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, mengatakan, lima hingga tujuh juta wisatawan datang ke kota Malang di 2018.

Hal itu disebutnya, sebagai capaian yang cukup besar. Sektor pariwisata bisa menjadi penyokong pertumbuhan ekonomi terbesar di Kota Malang. “Pertumbuhan ekonomi di Kota Malang bisa dikatakan jauh melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yakni 5,69 persen. Dan salah satu penyokong pertumbuhan ekonomi tersebut adalah dari sektor pariwisata,” ujar Edi, usai membuka Tong-tong Nigh Market di taman Tjerme, Kota Malang, Jumat (26/7/2019).

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, mencicipi salah satu kuliner di Tong-tong Nigh Market, Jumat (26/7/2019). Foto – Agus Nurchaliq

Pada umumnya, wisatawan ke Kota Malang di pagi hari sampai sore hari. Agenda wisata yang dijalani, ke kota Batu, city tour di Kota Malang, dan ada yang pergi berwisata ke Kabupaten Malang.

Tetapi begitu malam hari tiba, mereka biasanya hanya menghabiskan waktu di penginapan, karena tidak ada event wisata yang bisa dikunjungi. “Ini sebenarnya peluang besar bagi Kota Malang untuk dapat menghadirkan sebuah even yang menarik bagi wisatawan. Dan The Shalimar Boutique Hotel mampu membaca peluang tersebut dengan menghadirkan event Tong-tong Nigh Market,” tandas Edi.

Direktur The Shalimar Boutique Hotel, Lily Jessica Tjokrosetio, menjelaskan, acara Tong-tong Night Market terinspirasi dari Tong-tong Fair di Belanda. Sebuah pasar besar yang diselenggarakan oleh warga Indonesia di Belanda sejak 1959, dan masih berlanjut hingga saat ini.

“Tong-tong Night Market 2019 hadir dengan konsep baru yaitu Urban Cultural Heritage, sebagai perpaduan warisan budaya historis dan kontemporer yang ditampilkan sebagai bagian dari penafsiran kembali wisata budaya lokal Malang,” terangnya.

Tong-tong Night Market 2019 juga menyoroti keunikan Kota Malang, seperti Podjok Dolanan dan Tjemilan Raya. Keberadaanya, untuk mengenang suasana di era 90-an, dengan berbagai permainan dan jajanan tempo dulu.”Bagi saya yang sangat penting pada saat mengadakan event adalah mengangkat kebudayaan Indonesia, terutama Malang Jawa timur,” pungkasnya.

Lihat juga...