hut

Tujuh Siswi Smater Maumere Ikut Program Bina Antar Budaya ke Jepang

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

MAUMERE — Sebanyak 7 siswi asal SMAK Frateran Maumere (Smater) dipastikan lolos seleksi dan akan mengikuti program Bina Antar Budaya ke Jepang. Para pelajar ini akan berada di Jepang selama 8 bulan, mulai 4 Agustus 2019 hingga 26 Maret 2020 nanti.

Paula Theresa Putri Jeremi Silewe. Foto : Ebed de Rosary

“Kami dari NTT semuanya dari Smater Maumere sebanyak 7 orang dan perempuan. Kami ikut program Bina Antar Budaya American Field Service (AFS) Asia Kakehashi ke Jepang,” sebut Paula Theresa Putri Jeremi Silewe, siswi Smater Maumere, Kamis (18/7/2019).

Dikatakan Paula sapaannya, untuk Asia Takeashi Project ini, semua biaya sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah Jepang. Selain menjadi duta pariwisata dan pertukaran pelajar mereka lebih banyak memperkenalkan budaya dari daerahnya.

“Dari negara Indonesia paling banyak, ada 26 peserta. Kami semua dari Sikka harus mempersiapkan presentasi budaya Indonesia khususnyadaerah asal. Memperkenalkan budaya dari gaya hidup, cara berpakaian, tradisi dan lainnya,” ungkapnya.

Ketua Yayasan Mardiwiyata Malang, Frater M.Polikarpus, BHK mengatakan, selain ke Jepang ada seorang siswi lainnya akan ke Italia dan dua lainnya ke Jerman. Smater Maumere telah bekerjasama dengan Goethe Institut Jerman, dan Kementrian Luar Negri Jerman sejak Desember 2018.

“Eulogius Ekandry Doa, siswa kelas X Bahasa dan Felicity Rosa Virginia Padu dari kelas X Mipa lolos seleksi beasiswa Program PASCH Bahasa Jerman dari Goethe Institut Jerman. Mereka akan mengikuti Beasiswa Somer Jurgendkurs selama satu bulan ke Jerman,” terangnya.

Dijelaskan Frater Poli sapaannya, Eulogius Ekandry akan ditempatkan di Duderstadt-Jerman, dan Felicity Rosa Virginia Padu di Dresden-Jerman. Keberangkatan ke Jerman dilakukan awal Juli 2019,” paparnya.

Mantan kepala sekolah Smater Maumere ini meminta agar bisa memanfaatkan sebaik mungkin kesempatan ke Jerman. Dirinya berharap siswa lainnya pun bisa meraih prestasi yang sama.

“Program PASCH atau sekolah mitra menuju masa depan ini sangat bagus dan banyak keuntungan yang diperoleh. Selain guru, juga anak-anak setiap tahun mendapatkan beasiswa belajar Bahasa Jerrman di Jerman selama sebulan,” terangnya.

Smater menjadi sekolah pertama milik Yayasan Mardiwiyata dari 28 SMA di Indonesia yang terlibat dalam program ini. Tahun 2020 nanti, kata Frater Poli, program ini akan dijajaki dengan SMAK Frateran Nunukan di Kalimantan.

Lihat juga...