hut

UKM Kuliner Berharap Bisa Segera Berjualan di Bandara Baru Yogyakarta

Editor: Mahadeva

YOGYAKARTA – Pelaku Usaha Kecil Mikro (UKM) di Kecamatan Temon berharap, dapat segera difasilitasi untuk bisa menjual produk yang dihasilkan di kawasan Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) Temon, Kulonprogo, Yogyakarta. 

Meski bandara YIA sudah beroperasi sejak dua bulan lalu, hingga kini mereka belum mendapat izin untuk membuka gerai di lokasi bandara. Mereka heran, izin justru didapatkan oleh pelaku UKM dari luar Kulonprogo, seperti Sleman, Bantul.

Salah seorang pelaku UKM pembuatan produk Stik Growol, yang juga Ketua Koperasi HJKP Manunggal, Sri Puji Astuti, mengaku, sudah melengkapi persyaratan izin agar bisa menampilkan produknya di kawasan Bandara.  “Kita sudah punya izin baik itu PIRT, sertifikasi halal, sampai soal kemasan. Namun memang belum (dapat izin) untuk di bandara. Kita tentu berharap bisa segera bisa mempromosikan produk disana,” ujarnya, Sabtu (6/7/2019).

Memiliki 60 anggota, yang merupakan gabungan dari empat desa yakni Hargomulyo, Janten, Karangwuluh dan Palihan, Koperasi HJKP Manunggal memproduksi berbagai macam jenis olahan makanan khas Kulonprogo, salah satunya Stik Growol. Berbagai produk ini juga telah dipasarkan di berbagai toko termasuk di jaringan Tomira (Toko Milik Rakyat) di Kulonprogo.

Salah seorang pelaku UKM pembuatan produk Stik Growol, yang juga Ketua Koperasi HJKP Manunggal, Sri Puji Astuti – Foto: Jatmika H Kusmargana

“Kita bahkan sudah rutin menjual produk sampai Hongkong. Di Thailand dan Singapura produk kita sebenarnya juga diminati, tapi kita belum bisa menjual disana karena terkendala persoalan izin,” ungkapnya.

Melihat kualitas produk yang dihasilkan, serta jenis produk yang merupakan kuliner asli Kulonprogo, mereka menilai pemerintah mestinya memfasilitasi pemasaran di bandara YIA. Terlebih lokasi produksi produk UKM ini hanya berjarak kurang dari satu kilometer dari lokasi Bandara.

“Kita berharap bisa diprioritaskan. Karena kita kan dekat. Kualitas produk kita juga tidak kalah. Ya, semoga segera bisa diberi tempat untuk membuka gerai di Bandara. Ini sekarang kita masih terus berupaya melobi baik ke Dinas UKM dan Koperasi Kulonprogo, maupun ke pihak Angkasa Pura,” tandasnya.

Dengan diberi kesempatan memasarkan produk di Bandara YIA, UKM yang tergabung dalam Koperasi HJKP Manunggal dapat terus berkembang dan semakin maju. Dengan begitu, kesejahteraan warga masyarakat di empat desa juga akan semakin meningkat.

Lihat juga...