hut

UNEJ Datangkan Sejumlah Pakar Teori Graph di ICGTIS 2019

Editor: Koko Triarko

JEMBER – Prof. Slamin, akademisi sekaligus peneliti Teori Graph, yang juga guru besar Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember (UNEJ), menyatakan, tekad UNEJ untuk menjadi pusat kajian Teori Graph di Indonesia setelah Institut Teknologi Bandung (ITB), makin nyata. Sebagai langkah awal, saat ini tengah diselenggarakan ‘The Fourth International Conference on Graph Theory and Information Security (ICGTIS) 2019.’

Menurutnya, tekad Kampus Tegalboto ini didukung oleh keberadaan Kelompok Riset (KeRis) Combinatorics, Graph Theory and Network Topology (CGANT) di tingkat universitas, dan KeRis sejenis yang ada di tingkat fakultas. Misalnya, KeRis Graph, Combinatorics, and Algebra (GCA) dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), KeRis Network and Security (NS) dari Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom), serta KeRis Kombinatorika, Komputasi, Statistik, dan Pembelajarannya (Kompustabel) dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Prof. Slamin, Guru Besar Teori Graph UNEJ. -Foto: Kusbandono

Menurut Slamin, sejak didirikannya di Universitas Jember pada 2014, KeRis CGANT dan lainnya sudah mempublikasikan tidak kurang dari 150 penelitian di berbagai jurnal terakreditasi internasional maupun nasional.

“Pada 2019 ini saja sudah ada 30 penelitian kawan-kawan di CGANT dan KeRis yang meneliti Teori Graph, yang sudah dipublikasikan di berbagai jurnal. Kondisi ini didukung oleh banyaknya dosen dan peneliti di Kampus Tegalboto yang menekuni Teori Graph,” kata pakar Teori Graph ini, Kamis (18/7/2019).

Ia mencontohkan, di FMIPA ada KeRis yang memadukan Teori Graph dengan Aljabar, di Fakultas Ilmu Komputer ada KeRis Teori Graph yang mendukung kajian jaringan dan keamanan informasi, sementara di FKIP meneliti pengembangan dan pembelajaran Teori Graph, statistik dan komputasi.

Pengembangan penelitian Teori Graph di Kampus Tegalboto menjadi strategis, mengingat kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi, khususnya dunia komputer tidak bisa lepas dari Teori Graph.

Menurutnya, Teori Graph adalah cabang dari ilmu Matematika yang menjadi jembatan antara ilmu Matematika dengan ilmu Komputer. Misalnya, seseorang yang akan membangun jaringan komputer harus belajar Teori Graph, agar tipologi jaringan komputer yang dibangunnya berhasil. Begitu pula di bidang keamanan informasi, misalnya saja pesan yang dikirimkan melalui aplikasi tertentu harus dienskripsi agar tidak gampang diretas.

“Nah, dasar dari enskripsi itu dari Teori Graph,” ulas Prof. Slamin yang juga Presiden Indonesian Combinatorial Society (InaCombS).

Tidak hanya dapat diaplikasikan di dunia komputer, Teori Graph juga dapat digunakan dalam bidang lain, semisal pertanian dan perkebunan.

“Misal di perkebunan skala besar, dengan Teori Graph kita bisa mendesain urutan barisan tanaman yang baik, agar menciptakan efisiensi dalam pekerjaan merawat tanaman. Aplikasi Teori Graph di bidang pertanian dan perkebunan ini sesuai dengan fokus utama Universitas Jember di bidang pertanian dan perkebunan industrial,” imbuh Slamin.

Dalam konferensi yang bertaraf internasional ini juga membahas, topik pelabelan graph, teori kode, konektivitas, jaringan komunikasi, kriptografi dan lainnya.

Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember. -Foto: Kusbandono

Sementara itu, Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember sangat mendukung tekad para peneliti UNEJ yang ingin menjadikan Universitas Jember sebagai pusat kajian Teori Graph kedua setelah ITB.

Menurut Hasan, Universitas Jember akan terus memberikan dukungan kepada kegiatan-kegiatan yang menumbuhkembangkan atmosfir akademik di Kampus Tegalboto.

“Saya sangat mengapresiasi konferensi kali ini yang mampu menghadirkan para pembicara, yang merupakan pakar di bidangnya. Baik dari dalam negeri maupun luar negeri, dan yang terpenting membuka peluang kerja sama antara Universitas Jember dengan perguruan tinggi lainnya, khususnya di bidang pengembangan Teori Graph,” kata Moh Hasan, yang juga dosen Matematika ini.

‘The Fourth International Conference on Graph Theory and Information Security (ICGTIS) 2019’, menghadirkan sembilan pembicara utama, tiga dari Indonesia dan sisanya dari luar negeri. Mereka adalah Kiki A. Sugeng dari Universitas Indonesia, Prof. Edy Tri Baskoro dari ITB, dan Saib Suwilo dari Universtas Sumatera Utara.

Sementara itu, Prof. Martin Baca dan Andrea Fenovcikova dari Technical University Kosice, Slovakia. Christina Dalfo dan Joseph Miret dari Universitat de Lleida, Spanyol. Serta Joe Ryan dan Yu Qing Lin dari University of Newcastle Australia.

Konferensi diikuti 93 peserta dari 10 negara, di antaranya Filipina, Malaysia, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, India, Perancis, Indonesia dan lainnya. Konferensi akan berlangsung hingga Jumat 19 Juli 2019.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!