hut

Unit Tabur Puja KSU Derami Padang Tumbuhkan Ribuan Usaha Kecil

Editor: Koko Triarko

PADANG – Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja), salah satu unit usaha Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatra Barat, diklaim telah banyak membantu membuka usaha baru dari masyarakat kurang mampu. Bahkan, kini telah banyak menjadi usaha mandiri, setelah sekian lama dibantu oleh Tabur Puja.

Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati, mengatakan sejak koperasi berdiri lima tahun lalu di Padang, kini telah tercatat ada 3.000 lebih usaha rakyat turut berdiri dari modal nol rupiah, dan telah mampu memiliki omzet hingga puluhan juta rupiah. Namun, dari 3.000 usaha rakyat itu, masih sebagian kecil yang mandiri, dan sisanya sampai sekarang masih dibantu permodalan usahanya dari Tabur Puja.

Ia menyebutkan, di Tabur Puja ada tiga tahapan pinjaman modal usaha, mulai dari pinjaman awal sebesar Rp2 juta, dan bila lunas dibayarkan, bisa dilanjutkan ke tingkat Rp3 juta, selanjutnya bisa Rp4 juta hingga Rp5 juta.

Kini, di Tabur Puja Padang, rata-rata anggota telah mencapai pinjaman Rp3 juta hingga Rp5 juta. Setelah dinilai telah kuat menjalani usaha secara mandiri tanpa harus ada pinjaman dana, maka Tabur Puja tidak akan lagi memberikan pencairan pinjaman modal usaha.

“Kalau yang sudah mencapai usaha menengah itu sudah mandiri, kita di koperasi hanya bersifat memantau saja. Karena untuk tetap membantu mereka yang sudah bersifat industri, KSU Derami belum punya dana yang cukup,” ujarnya, Selasa (23/7/2019).

Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati/ Foto: M. Noli Hendra

Menurutnya, permintaan penambahan jumlah pinjaman ke Tabur Puja dari masyarakat cukup banyak. Namun dari KSU Derami tidak mau mengambil risiko, karena sistem di Tabur Puja uang yang dipinjamkan tidak memiliki angunan atau jaminan. Sementara jika ingin memberikan pinjaman dengan jumlah lebih besar, harus memiliki agunan.

Menurutnya, melihat ke sisi lain, usaha yang telah mampu mandiri bukan lagi menjadi prioritas Tabur Puja untuk membantunya, karena yang disasar ialah keluarga yang kurang mampu. Kendati demikian, jika ada persoalan studi banding dari usaha rakyat yang baru berdiri, KSU Derami memiliki usaha yang mandiri menjadi target tempat belajar, bagi masyarakat yang baru memulai usahanya.

“Kalau telah mampu mandiri, namanya sudah mampu itu, tidak jadi prioritas lagi dibantu untuk memberikan pinjaman modal usaha. Sekarang ini yang kita jangkau itu masyarakat yang ekonomi lemah, yang kita bina supaya memiliki usaha yang dapat membantu perekonomian keluarga ke arah yang lebih baik,” sebutnya.

Ia menyebutkan, dengan kondisi yang demikian jumlah masyarakat yang telah diayomi KSU Derami melalui unit usaha Tabur Puja, dari tahun ke tahun, terus mengalami peningkatan. Dari seribu orang lebih, naik ke jumlah hampir dua ribu, dan hingga mencapai angka tiga ribu lebih. Hal ini pertanda keberadaan KSU Derami sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Menurutnya, hal tersebut karena sistem pinjaman dana di Tabur Puja terbilang sangat memudahkan masyarakat untuk mengaksesnya. Di Tabur Puja, yang membuat anggotanya cukup cepat berkembang itu, syarat pengajuannya tidak rumit, dan nilai pembayaran kredit juga ringan. Selain itu, sistem jaminan di Tabur Puja yang ada di setiap Posdaya, hanya jaminan sosial dan rasa kekeluargaan.

“Namanya kita membantu untuk keluarga kurang mampu, janganlah dipersulit. Tapi melihat jumlah anggota yang telah mencapai 3.086 itu, bagi wilayah Kota Padang masih terbilang sedikit. Karena diperkirakan jumlah penduduk yang masih hidup di bawah garis kemiskinan di Padang, bisa lebih dari 3.086 orang. Hanya saja, ada yang memang belum bisa dijangkau oleh Tabur Puja,” ucapnya.

Terkait pengajuan pinjaman, Ayu tidak menampik adanya pengajuan yang tidak diproses, karena berbagai alasan.

“Diterima atau tidaknya pengajuan pinjaman tidak hanya selesai dari rekomendasi ketua kelompoknya, tetapi juga dilalakukan survei ke rumah calon anggota Tabur Puja. Tujuannya untuk memastikan kondisi kehidupan masyarakat yang mengajukan pinjaman modal usaha tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, Asisten Kredit sangat perlu mengetahui kondisi ekoniomi keluarga yang mengajukan pinjaman modal usaha tersebut. Bila tergolong mampu, dipastikan tidak akan diterima pengajuan pinjaman modal usahanya, karena target Tabur Puja itu ialah keluarga kurang mampu, bukan untuk orang yang mampu secara financial keluarga.

Dengan diterapkanya sistem yang demikian, 3.086 orang yang telah menikmati pinjaman modal usaha dari Tabur Puja, kini telah memiliki usaha yang menggembirakan. Dari hanya sekadar ibu rumah tangga yang memiliki kesibukan, hingga memiliki usaha rumahan yang menjanjikan.

“Artinya, Tabur Puja telah berperan menumbuhkembangkan usaha-usaha baru yang lahir dari tangan-tangan ibu rumah tangga,” pungkasnya.

Lihat juga...