hut

Warga Bali Diimbau Periksakan Kesehatan Hewan Sebelum Disembelih

Editor: Koko Triarko

DENPASAR – Pelaksanaan Hari Suci Galungan dan Kuningan di Bali yang akan segera tiba, memiliki keunikan tersendiri, seperti halnya tradisi ‘Nampah’, atau memotong hewan yang biasa dilaksanakan sehari sebelum pelaksanaan Hari Suci Galungan, yang dikenal dengan istilah Penampahan Galungan.

Untuk itu, Pemkot Denpasar melalui Dinas Pertanian dan UPT. Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Denpasar, mengimbau masyarakat agar memeriksakan kesehatan hewan sebelum disembelih.

“Semua pihak agar selalu meningkatkan koordinasi, informasi dan edukasi, agar pengolahan daging dapat dilakukan dengan baik dan benar sesuai aturan sanitasi yang ada, dan konsumen agar tidak mengkonsumsi daging mentah, sehingga masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam mengkonsumsi daging saat perayaan Hari Suci Galungan,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra, Jumat,(19/7/2019).

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra. -Foto: Sultan Anshori

Sementara dikonfirmasi terpisah, Kasubag Tata Usaha RPH Kota Denpasar, Anak Agung Mayun, menjelaskan, bahwa RPH Kota Denpasar dalam menunjang kelancaran pemotongan hewan jelang hari besar keagamaan, senantiasa melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap kesehatan hewan yang akan disembelih. Sehingga hewan yang disembelih nantinya menghasilkan daging yang aman dan sehat untuk dikonsumsi.

Hal ini, menurut Agung Mayun, dilakukan dengan pemeriksaan secara rutin terhadap higienitas dan sanitasi, baik pemeriksaan hewan sebelum dipotong (antemortem) maupun pemeriksaan daging hasil pemotongan (postmortem).

“Hal ini tidak lain untuk menjamin keamanan dan ketenteraman batin masyarakat dalam mengkonsumsi pangan asal hewan (PAH), khususnya daging babi yang sehat, aman dan utuh,” jelas Agung Manyun.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya memprediksi akan terjadi lonjakan permohonan pemotongan hewan di RPH Kota Denpasar, hingga 200 persen dibanding hari biasa yang hanya 100 hingga 125 ekor per hari.

“Kami prediksi akan terjadi peningkatan yang signifikan, hal ini karena meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemotongan hewan di RPH, selain alasan kesehatan, pelaksanaan yang simpel juga menjadi alasan,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, saat ini dalam rangka menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan, pihaknya menyiagakan 14 orang tenaga pemotong hewan yang terlatih dan berpengalaman. Juga disiagakan 6 orang tenaga dokter hewan yang menangani pemeriksaan antemortem  dan postmortem.

“Masyarakat yang akan menyembelih sendiri diharapkan berkoordinasi dengan RPH jika penyembelihan tidak dilaksanakan di RPH, sehingga kesehatan, higienitas dan sanitasi dari hewan yang akan disembelih dapat tetap terjaga,” tandasnya.

Lihat juga...