hut

Warga Sleman Manfaatkan Peluang Bisnis Sedotan Bambu

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dari sampah yang sulit terurai seperti plastik, makin meningkat akhir-akhir ini. Hal itu ditandai dengan maraknya gerakan atau kampanye pengurangan penggunaan bahan plastik. 

Di beberapa daerah, bahkan telah menyusun kebijakan untuk mendukung gerakan ini. Semua dilakukan agar dapat mengurangi penggunaan plastik di tengah masyarakat. Yakni, sebagai sampah polutan yang sulit terurai.

Di satu sisi, munculnya gerakan pengurangan penggunaan plastik, membuka peluang usaha baru yang dapat dimanfaatkan. Seperti dilakukan Dede (24), warga Ngaglik, Sleman.

Dengan kreatif, ia memproduksi produk alami ramah lingkungan sebagai pengganti sedotan yang biasa menggunakan bahan baku plastik. Orang modern menyebutnya, Bamboostraw.

Dede, perajin sedotan bambu –Foto: Jatmika H Kusmargana

“Bambu straw ini lebih ramah lingkungan, karena terbuat dari bambu. Bisa digunakan berkali-kali. Tidak seperti sedotan plastik yang hanya sekali pakai buang. Jadi tidak mengotori lingkungan,” katanya, saat ditemui Cendana News, dalam iven Pasar Kangen Yogyakarta, belum lama ini.

Dede mengaku, produk sedotan bambu miliknya itu sudah banyak diminati konsumen dari berbagai daerah. Ia bahkan rutin memasok sedotan bambu ke sejumlah restoran, kafe maupun hotel-hotel hingga ke luar daerah.

“Setiap minggu, saya rutin kirim 5.000 sedotan bambu ke Bali. Karena di sana memang penggunaan sedotan sudah dilarang. Kalau di Jogja, beberapa resto dan kafe juga banyak yang pesan,” katanya.

Dijual dengan harga Rp2.000 per biji, Dede mengaku juga menjual alat pembersih sedotan bambu itu dengan harga Rp5.000 per biji. Menjual secara online, ia menilai bisnis sedotan bambu ini cukup menjanjikan. Bahkan, berpotensi untuk dipasarkan ke luar negeri.

“Karena di Indonesia bahan baku bambu banyak sekali tersedia. Kita tinggal mengolahnya saja,” pungkasnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!