hut

131 UMKM Ikuti Pameran Industri dan Kerajinan di Jembrana

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JEMBRANA – Sebanyak 131 UMKM serta perajin Jembrana meramaikan Pameran Kerajinan dan Industri yang digelar Pemkab Jembrana. Bertempat di Halaman Parkir Puspem Kantor Bupati Jembrana kegiatan pameran ini juga diikuti oleh pelaku UMKM di seluruh Bali.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan Jembrana, I Komang Agus Adinata, mengatakan, pelaksanaan pameran kerajinan ini bertujuan memberikan kesempatan kepada para perajin Jembrana sekaligus generasi muda Jembrana mempromosikan hasil kerajinannya melalui stan yang sudah disediakan.

Pameran serangkaian peringatan HUT Kota Negara ke-124 diselenggarakan juga untuk meningkatkan hubungan perajin Jembrana dengan daerah lain sekaligus motivasi bagi mereka dalam berinovasi produk yang dihasilkan.

Ditambahkan Adinata, pameran akan berlangsung selama sepuluh hari, 11-20 Agustus 2019 mendatang.

“Kita siapkan 113 stan dengan rincian pada parkir atas sebanyak 80 stan diisi 31 perajin/UMKM. Sedangkan pada areal bawah diisi 33 stan yang berasal dari tujuh pedagang makanan khas Jembrana, 12 kuliner nasional serta 14 stan pemerintah/BUMN/BUMD dan swasta lainnya,” terang Adinata saat ditemui, Senin (12/8/2019).

Sementara Bupati Artha berharap, pelaksanaan pameran kerajinan yang berlangsung selama 10 hari bisa dimanfaatkan dengan baik oleh UMKM serta perajin khususnya lokal Jembrana sebagai ajang promosi dan memperluas jaringan. Event ini juga diharapkan mampu mengevaluasi kemajuan UKM di Jembrana.

“Tentu agar mereka mampu meningkatkan kapasitas serta daya saing menyongsong era globalisasi saat ini,” cetus Artha.

Pameran UMKM ini mendapat apresiasi dari pelaku usaha di Jembrana. Salah satunya yang dikatakan oleh Ni Putu Indah Anggraeni. Menurutnya, dengan mengikuti pameran UMKM ini pihaknya mempunyai kesempatan untuk lebih mengenalkan produk UMKM kepada masyarakat.

Ni Putu Indah Anggraeni salah seorang pelaku UMKM Jembrana yang mengikuti pameran kerajinan dan industri saat dijumpai Cendana News, Senin (12/8/2019) -Foto: Sultan Anshori.

Dengan menjual beberapa produk kerajinan seperti tas, sandal dan asesoris pakaian adat ia berharap omzet penjualan semakin meningkat. Mengingat, produk yang ia jual memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk ternama lainnya.

“Saya yakin melalui pameran ini akan membawa dampak positif bagi usaha saya. Apalagi saya memiliki udeng Bali khas buatan kami. Dan saya berterima kasih atas terselenggaranya pameran UMKM ini. Yang jelas ini sangat membantu kami,” kata perempuan berparas cantik ini.

Sehari sebelumnya, Minggu (11/8/2019) juga dilangsungkan acara launching layanan E-retribusi Pasar. Hal ini ditandai penandatanganan surat perjanjian kerjasama antara Pemkab Jembrana dengan BPD Bali.

Terkait dengan launching e-retribusi pasar, Artha memberikan apresiasi positif . Melalui sistem ini diharapkan para pedagang mampu belajar secara langsung bagaimana mekanisme transaksi non tunai.

“Saya juga berharap e-retribusi pasar ini dapat mewujudkan pengelolaan pendapatan daerah yang transparan, akuntabel serta mempermudah pedagang membayar retribusi,” kata Bupati Artha.

Sementara itu, penerapan E-Retribusi ini diapresiasi oleh Bank Indonesia Bali. Kepala BI Perwakilan Bali, Trisno Nugroho, menyatakan layanan ini merupakan yang ketiga kalinya diadopsi oleh pemkab setelah sebelumnya direalisasikan Kabupaten Badung dan Pemkot Denpasar.

“Tentunya ini program bagus yang pertama untuk transaksi UMKM. Kedua ini bagian untuk mendukung Gerakan Nasional Non Tunai [GNNT],” jelasnya dikutip dari siaran pers, Senin (12/8/2019).

Trisno Nugroho menegaskan e-retribusi merupakan salah satu implementasi pengembangan elektronifikasi transaksi penerimaan pemerintah daerah.

Sistem ini selain memberikan kemudahan kepada para pedagang pasar, juga memberikan manfaat bagi pemerintah daerah karena pengelolaan penerimaan lebih aman efisien serta data dan informasi yang dikumpulkan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

Selain itu, transaksi juga akan memudahkan dalam hal pengawasan sebagaimana yang telah dicanangkan pada 14 Agustus 2014 lalu mengenai Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) antara Bank Indonesia instansi atau kementerian serta pelaku industri.

Menurutnya, dengan menerapkan sistem ini, maka penerimaan retribusi pasar di kota di Jembrana dilakukan secara tunai melalui sistem perbankan.

“Kami sangat mengapresiasi atas langkah-langkah atau terobosan ini. Sehingga ke depan mampu kita tempuh bersama guna mewujudkan sistem penerimaan retribusi pasar dengan tata kelola yang lebih efektif dan efisien,” jelasnya.

Lihat juga...