hut

189 Petugas Pantau Kesehatan Hewan Kurban di Kulon Progo

YOGYAKARTA – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, menerjunkan 189 petugas untuk melakukan pemantauan penyembelihan hewan kurban pada Iduladha 1440 Hijriah di 12 kecamatan.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, Drajat Purbadi, mengatakan, petugas kesehatan hewan yang diterjunkan meliputi, petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan 50 orang, kader kesehatan hewan 88 orang, mahasiswa kedokteran hewan UGM 41 orang, dan dokter hewan dari Perhimpunan Forum Komunikasi Dokter Hewan 10 orang.

“Jumlah lokasi penyembelihan lebih dari 1.100 lokasi, dan jumlah hewan kurban, baik sapi dan kambing, lebih dari 5.000 ekor,” katanya, Sabtu (10/8/2019).

Terkait antisipasi hewan kurban dari Kabupaten Gunung Kidul, Drajat mengatakan, sapi dari Gunung Kidul memang masuk ke Kulon Progo. Hal yang perlu dicermati, yakni kesehatan hewan akan dilakukan pemeriksaan secara fisik, hingga gejala klinis, apakah ada gejala tampak antraks atau tidak, kemudian dilakukan pemeriksaan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) atau tidak.

“Kalau tidak dilengkapi SKKH, maka kami melakukan pemeriksaan lebih teliti lagi, supaya kita tahu sapi dari Gunung Kidul benar-benar sehat. Sejauh ini, belum ada temuan. Hasil pemeriksaan secara klinis dan fisik tidak menunjukkan adanya gejala antraks,” katanya.

Ia mengatakan, dari hasil pemeriksaan hewan kurban di tempat penampungan, petugas belum menemukan penyakit. Sejauh ini masih sebatas diare, karena kondisi sapi stres dalam perjalanan atau penyesuaian pakan baru.

“Selama ini, saya yang melakukan pemeriksaan hewan kurban di Kokap, Pengasih, Sentolo, dan Lendah, kondisi hewan kurban dalam kondisi sehat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo, Sutedjo, mengatakan pihaknya sudah mengedarkan surat imbauan terkait perayaan Iduladha 1440 H, khususnya dalam tata cara penanganan hewan kurban.

Di antaranya terkait tata cara penyembelihan hewan dan pengelolaan daging kurbannya. Ia meminta, agar petugas penyembelihan betul-betul memerhatikan cara menyembelih yang baik dan benar, dengan memperhatikan kondisi kesejahteraan hewan dan penghindaran dari stres.

“Petugas penyembelihan, kami berharap betul-betul memerhatikan syarat syari’-nya supaya legal, halal dan pahala yang berkurban diterima Allah SWT,” kata Sutedjo. (Ant)

Lihat juga...