hut

538 Titik Api Karhutla Terpantau di Sejumlah Daerah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, mengatakan, hingga Selasa 6 Agustus pukul 16.00 WIB, terpantau ada 538 titik api (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terpantau di sejumlah daerah.

“Hasil pemantauan hotspot Selasa, tanggal 6 Agustus 2019 pukul 16.00 WIB dari satelit Aqua, Terra, SNNP dan catalog modis LAPAN dengan kategori sedang 30-79 persen dan tinggi 80 persen,” kata Plh. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo lewat keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Menurut Agus, titik panas (hotspot) yang kategori sedang berjumlah 401, yang tersebar di sejumlah daerah. Di antaranya; Kalimantan Timur 47 titik api, Kalimantan Barat 96 titik api, Sulawesi Selatan 13 titik api, Kalimantan Tengah 110 titik api, Kalimantan Selatan 24 titik api.

Kemudian Jawa Timur 19 titik api, Jawa Tengah 2 titik api, Nusa Tenggara Barat 10 titik api, Jawa Barat 4 titik api, Nusa Tenggara Timur 18 titik api, Sulawesi Tenggara 5 titik api, Kalimantan Utara 43 titik api, Sulawesi Barat 2 titik api, Sulawesi Tengah 3 titik api, Sumatera Selatan 1 titik api, Kep. Bangka Belitung 3 titik api dan Gorontalo 1 titik api.

“Semenatara titik panas (hotspot) yang kategori tinggi berjumlah 137 titik api, di antaranya; Kalimantan Timur 18 titik api, Kalimantan Barat 34 titik api, Sulawesi Selatan 8 titik api, Kalimantan Tengah 27 titik api, Kalimantan Selatan 6 titik api, Jawa Timur 1 titik api, Nusa Tenggara Barat 2 titik api, Nusa Tenggara Timur 4 titik api, Kalimantan Utara 34 titik api dan Sulawesi Utara 3 titik api,” jelasnya.

Agus menyebutkan, Data Sipongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan per hari ini (6/8/2019) pada luas kebakaran hutan dan lahan di seluruh wilayah sepanjang 2019 berjumlah 135.749 hektar.

Luas kebakaran tertinggi antara lain di Nusa Tenggara Timur (71.712 ha), Riau (30.065), Kepulauan Riau (4.970), Kalimantan Selatan (4.670), Kalimantan Timur (4.430).

“Luas karhutla dihitung berdasarkan analisis citra satelit landsat 8 OLI/TIRS yang di-overlay dengan data sebaran hotspot, serta laporan hasil pengecekan lapangan terhadap hotspot dan laporan pemadaman yang dilaksanakan Manggala Agni,” ujarnya.

Sementara itu jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan lebih dari 80 persen pada hari ini (6/8/2019) berjumlah 20 titik. Rincian sebaran hotspot sebagai berikut Pulangpisau (6 titik), Luwu Timur (4), Kapuas (3), Kotawaringin Timur (2), Sambas (2), Seruyan (1), Berau (1) dan Nganjuk (1).

Menghadapi karhutla tahun 2019, lanjut Agus, Presiden tetap menginstruksikan Babinsa dan Bhabinkamtibmas agar mengecek langsung apabila ada hotspot dan jangan menunggu sampai api membesar.

“Presiden juga memberikan atensi bahwa aturan main tetap sama dengan tahun 2015 terkait pencopotan apabila pangdam, kapolda, danrem, dandim, dan kapolres tidak dapat mengatasi masalah di wilayah masing-masing,” sebutnya.

Lihat juga...