hut

ACT Hadirkan Sekolah Gratis bagi Anak Kurang Mampu di Padang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Organisasi kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Sumatera Barat, menghadirkan sekolah gratis dalam program Humanity School. Sekolah itu diperuntukkan bagi anak-anak kurang mampu, yang tidak berkesempatan untuk sekolah.

Branch Manager ACT Cabang Sumatera Barat, Zeng Wellf, mengatakan, program Humanity School merupakan sekolah pertama yang dibangun ACT dari seluruh cabang yang ada di Indonesia.

Bisa dikatakan sebagai sekolah percobaan yang dirintis untuk membangun di bidang pendidikan di Indonesia, termasuk di Kota Padang.

Ia menyebutkan, untuk di Padang sekolah gratis hadir di Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Koto Tangah. Sekolah gratis itu, akan menampung sejumlah anak kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang semestinya.

“Kita berharap sekolah ini dapat membantu pendidikan anak kurang mampu untuk menjadi penghafal Alquran,” katanya, Selasa (13/8/2019).

Branch Manager ACT Cabang Sumatera Barat, Zeng Wellf foto bersama dengan para pelajar di Aie Dingin Padang, Selasa (13/8/2019)/Foto: M. Noli Hendra

Menurutnya, dalam tahap awal ini ada 30 murid yang mengikuti pendidikan di Humanity School yang berada di kawasan Balai Gadang Kecamatan Koto Tangah Kota Padang, tersebut. Anak-anak tersebut berasal dari kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA ) Aia Dingin dan sekitar kawasan Balai Gadang.

“Sasaran kita tentu anak-anak yang tidak mampu. Mereka tetap bersekolah di sekolah negeri dan setelah itu mengikuti pendidikan di sini,” ujarnya.

Dikatakannya, pihak ACT menyediakan dua jadwal sekolah kepada anak-anak. Ada kelas pagi dan kelas siang, jika mereka sekolah pagi bisa mengikuti kelas di siang hari dan sebaliknya.

Menurutnya, banyak sekolah mencetak penghafal Alquran bermunculan. Namun mereka mematok harga yang mahal. Kalau bagi yang mampu tentu tidak masalah namun bagi orang yang tidak mampu dan ingin menjadikan anak mereka penghafal Alquran tentu berat.

“Jadi hal ini yang coba kita bantu sesuai dengan visi kita untuk kemanusiaan,” katanya lagi.

Zeng Wellf kembali menyebutkan, anak-anak tersebut akan dididik oleh seorang guru yang memiliki hafalan Alquran 30 juz serta seorang kepala sekolah dan seorang petugas administrasi.

“Kita targetkan dua tahun ke depan kita sudah mampu membangun sekolah formal gratis dan diawali dengan Humanity School ini. Selain sekolah formal, Humanity School ini tetap kita pertahankan,” sebutnya.

Sementara Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Padang, Indriyedi Bakri, mengatakan di kawasan Aie Dingin, memang terbilang kawasan yang memiliki anak-anak yang butuh hadirnya sekolah gratis tersebut.

“Kami di Disdik mengapresiasi kepedulian ACT terhadap pendidikan di Kota Padang. Kita berharap dari sekolah ini muncul penghafal-penghafal Alquran yang cerdas,” katanya.

Ia menyebutkan seiring adanya program dari ACT tersebut, sebelumnya Wali Kota Padang Mahyeldi juga telah meluncurkan program Seribu Perlengkapan Sekolah Yatim dan Duafa.

Ia mengatakan melalui program tersebut, ditargetkan pada 2019 ini dapat memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah seribu anak yatim dan duafa.

“Sekarang dengan adanya program Humanity School oleh ACT, dapat membantu lebih banyak lagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Semoga keadaan ini dapat memberikan dampak yang positif bagi pendidikan di Padang,” ungkapnya.

Lihat juga...