hut

Andil Industri Pengolahan Minyak Tumbuhkan Perekonomian di Balikpapan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN – Industri pengolahan minyak, salah satu sumber yang memberikan andil pada pertumbuhan ekonomi Kota Balikpapan 2018.

Lapangan usaha industri pengolahan memberikan andil sebesar 2,38 persen, kemudian disusul konstruksi 0,72 persen dan reparasi mobil maupun motor sebesar 0,52 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Balikpapan, pertumbuhan ekonomi tahun 2018 sebesar 4,97 persen.

“Perekonomian tahun 2018 itu diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas harga berlaku Rp 95,16 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp79,79 triliun,” jelas Kepala BPS Balikpapan, Ahmad Zaini, saat memberikan keterangan kepada media, di Kantor BPS, Kamis (15/8/2019).

Ia menjelaskan pertumbuhan ekonomi salah satu indikator makro untuk melihat kinerja perekonomian secara riil di suatu wilayah. Pertumbuhan ekonomi selama 2018 mengalami perbaikan apabila dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 3,81 persen.

“Perbaikan pertumbuhan ekonomi itu disebabkan oleh kinerja seluruh lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan positif. Dimana pertumbuhan tertinggi dicapai oleh penyedia akomodasi dan makan minum yang tumbuh sebesar 11,85 persen,” paparnya. Yang kemudian, lanjutnya, disusul dengan usaha jasa lainnya yang tumbuh sebesar 8,58 persen.

Selama lima tahun terakhir (2014-2018) struktur perekonomian Balikpapan didominasi oleh industri pengolahan, konstruksi, transportasi dan pergudangan, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor.

“Peranan terbesar dalam pembentukan PDRB Balikpapan tahun 2018 dihasilkan oleh industri pengolahan diantaranya 46,04 persen, konstruksi 15,84 persen disusul transportasi dan pergudangan sebesar 12,48 persen.”

Sementara itu, kinerja ekonomi Provinsi Kalimantan Timur tahun 2018 tumbuh sebesar 2,67 persen.

“Perekonomian Kaltim 2018, mengalami perlambatan jika dibandingkan tahun 2017 yang hanya mampu tumbuh 3,13 persen,” tukas Ahmad Zaini.

Kendati mengalami perlambatan, ditambahkannya ekonomi Kaltim 2018 masih tumbuh positif.

“Tetap tumbuh positif itu dipengaruhi kinerja seluruh lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan positif,” tutupnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!