hut

Anggaran Pilkada Banyuwangi Bengkak Rp15 Miliar

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANYUWANGI – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Banyuwangi telah dimulai tahapannya, salah satunya penyusunan anggaran. KPU Banyuwangi telah mengajukan anggaran tersebut kepada pemerintah daerah setempat sebesar Rp77 miliar.

Anggaran sebesar itu telah mengalami perubahan, karena sebelumnya KPU Banyuwangi hanya mengajukan anggaran senilai Rp 62 miliar untuk seluruh tahapan Pilkada. Setelah dilakukan evaluasi dan penyesuaian oleh KPU Jawa Timur anggaran Pilkada membengkak hingga Rp 77 miliar atau bertambah Rp 15 miliar.

Ketua KPU Banyuwangi, Dwi Anggreini, mengatakan, pembengkakan anggaran Pilkada 2020 diakibatkan adanya perubahan standar harga. Semula anggaran pilkada disusun berdasarkan standar harga nasional, akan tetapi karena sumber anggaran berasal dari DIPA APBD Banyuwangi maka disesuaikan dengan standar harga kabupaten.

“Semula menyusun anggaran berdasarkan Permenkeu, kemudian karena ini anggaran daerah maka harus disesuaikan dengan SSH (standar satuan harga),” kata Anggreini kepada wartawan, Jumat (23/8/2019).

Anggreini juga menjelaskan, penambahan anggaran ini juga dikarenakan penambahan beberapa item. Seperti debat kandidat yang semula hanya disiarkan oleh televisi lokal, kemudian ditambah 1 televisi nasional.

“Anggaran untuk debat kandidat bertambah sekitar 1 miliar rupiah. Karena nilainya di atas 200 juta maka akan kita tenderkan,” jelasnya.

Terkait mekanisme pengajuan dan pencairan, Anggreini menambahkan, pencairan anggaran Pilkada Banyuwangi terbagi menjadi dua termin.

Pertama, sudah diketuk palu dalam Perubahan APBD 2019 senilai Rp 195 juta, dari Rp 90 juta yang diusulkan.

“Sisanya akan kami ajukan pada APBD Tahun 2020,” pungkasnya.

Lihat juga...