hut

Anggota MMP Taman Nasional Kelimutu Keluhkan Minim Honor

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

ENDE – Beberapa anggota Masyarakat Mitra Polisi Hutan (MMP) di kecamatan Ndona Timur kabupaten Ende mengeluhkan minimnya honor. Pembayaran honor di tahun 2019 ini pun mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Beberapa anggota MMP desa Roga yang ditanyai mengeluhkan minimnya dana untuk anggota. Biaya honor pun tidak seberapa apalagi dalam setahun hanya 4 kali patroli saja. Untuk tahun 2019 pun baru sekali diadakan patroli.

Thomas Nggao, ketua Masyarakat Mitra Polisi Hutan (MMP) desa Roga kecamatan Ndona Timur, kabupaten Ende, NTT, mengeluhkan soal minimnya honor yang diterima, Rabu (14/8/2019) – Foto: Ebed de Rosary

“Kami harap perlu ada perhatian lebih dari pemerintah kepada MMP. Kami secara sukarela bekerja sama dengan TN Kelimutu sehingga ke depan perlu ada perhatian dari pemerintah baik kabupaten provinsi maupun pemeirntah pusat,” tegas Thomas Nggao, ketua MMP desa Roga, Rabu (14/8/2019).

Konradus Kee, ketua kelompok Kelibara, beranggotakan 20 orang pun angkat bicara. Sebagai anggota MMP katanya, pihaknya selalu menjaga kawasan hutan di wilayah TNK tetapi tidak mendapatkan apa-apa.

Konradus minta agar TNK meminta insentif bila perlu setiap bulan kepada anggota MMP. Selama ini pihaknya telah menjaga kelestarian hutan tanpa ada bayaran apa pun.

“Kawasan TNK perlu dijaga karena sudah menjadi salah satu aset wisata dunia. Tapi tenaga kami dipakai secara sukarela untuk menjaga kelestarian lingkungan. Kami butuh hidup aman, tentram dan tidak ada bencana sehingga selalu menjaga kelestarian lingkungan,” sebutnya.

Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Nusa Bunga Flores dan Lembata, Philipus Kami menambahkan, sebagai wadah komunitas adat pihaknya terus memperjuangkan hal ini.

Pihaknya kata Lipus sapaannya, meminta agar komunitas adat bisa mendapatkan manfaat lebih dari menjaga kelestarian kawasan TNK. Pemberdayaan MMP wajib dilakukan sehingga honor anggota perlu ditingkatkan.

“Perlu ada bantuan kepada kelompok-kelompok tani di wilayah sekitar TNK. Ini penting sebab rata-rata anggota MMP merupakan anggota bahkan ketua kelompok tani di desanya,” tuturnya.

Menurut Lipus, harus diakui, terbentuknya MMP sangat efektif  mencegah adanya perambahan hutan di dalam kawasan TNK.

Pelibatan masyarakat menjaga hutan ucapnya, sudah sangat bagus. Hanya perlu dipikirkan penambahan honor atau bantuan kepada kelompok MMP.

Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu, Persada Agussetia Sitepu, S.Hut., M.Si. menyebutkan, pihak TN Kelimutu selalu melibatkan masyarakat dalam setiap kegiatan pengawasan hutan di kawasan TN Kelimutu dan sekitarnya.

“Memang kami menyadari keterlibatan masyarakat terutama MMP dalam menjaga hutan sangat penting. Kehadiran MMP bisa mempermudah dan membantu petugas Polisi Hutan TN Kelimutu dalam melakukan patroli di kawasan hutan,” terangnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!