hut

Anies Baswedan Kurban Sapi 1,2 Ton

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memberikan hewan kurban satu ekor sapi jenis limosin seberat 1,2 ton, untuk dibagikan kepada masyarakat.

“Kami menyerahkan seekor sapi untuk dijadikan kurban dan nantinya akan dibagikan,” kata Anies, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Minggu (11/8/2019).

Menurut Anies, khusus di Pemprov DKI, panitia kurban sendiri telah mengumpulkan 189 ekor sapi, 306 ekor kambing, dan seekor kerbau kurban.

“Ini semua nantinya akan dibagikan ke seluruh masyarakat di Jakarta. Alhamdulillah, tadi berjalan lancar, persiapan juga sudah matang,” ucap Anies.

Anies mengatakan, kegiatan berkurban untuk masyarakat Jakarta yang berhak menerima atau golongan mustahik melalui Program Dapur Kurban, Lembaga Keagamaan dan Sosial, serta Yayasan di wilayah Jakarta.

Anies berpesan, semangat berkurban yang merupakan totalitas ibadah, juga menjadi momen berbagi kebahagiaan dan mempertebal rasa kepedulian sosial terhadap warga Jakarta, yang masih tergolong prasejahtera serta berhak menerimanya.

“Idul kurban ini sebuah peringatan tentang kemauan kita untuk memberikan kepada (warga) yang kurang, serta kemauan untuk bisa mendidik dan membangun keluarga yang memiliki ketakwaan dan keimanan, seperti keluarga Nabi Ibrahim,” paparnya.

Anies menuturkan, melalui program Dapur Kurban ini, sekaligus mempertebal perasaan berkontribusi dan pengabdian para pemangku kepentingan dalam menjalankan program tersebut, bagi masyarakat prasejahtera atau golongan yang berhak menerimanya di Jakarta.

“Ini memberikan perasaan kepada mereka juga, bahwa kami bisa berkontribusi lewat program ini. Membuat hotel berbintang lima kali ini masak untuk masyarakat miskin. Makanan yang dimasak oleh para chef yang biasanya hanya bisa dirasakan oleh masyarakat yang sosial-ekonomi tinggi, kali ini justru memasak untuk masyarakat yang miskin. Bagi mereka, ini sebuah bagian dari iuran jasa para chef memberikan pengabdiannya dalam bentuk memasakkan bagi masyarakat yang miskin,” jelas Anies.

Kemudian, di lokasi berbeda, dia menyembelih sapi kurbannya sendiri di Lebak Bulus. Dia ingin meneruskan tradisi keluarganya. Pasalnya sejak kecil, Anies melihat ayahnya menyembelih hewan kurbannya sendiri. Dia pun ingin agar anaknya kelak meneruskan tradisi.

“Dulu, Ayah juga begitu. Jadi, saya nerusin kebiasaan. Dan, anak-anak saya biar lihat. Mereka tentu belum melakukan sekarang. Tapi seperti saya menyaksikan Ayah saya dulu, memotong kambing kurbannya sendiri, sekarang saya pun yang saya potong adalah kurban saya sendiri. Mudah-mudahan nanti insyaallah anak-anak meneruskan tradisi itu,” ungkapnya.

Dia mengaku, pertama kali menyembelih hewan kurban saat SMA kelas II di Yogyakarta. Dia menyembelih kambing di daerah Gunung Kidul.

“Saya pertama kali motong ketika saya di Yogyakarta, pada masa SMA, itu kita banyak menyelenggarakan kurban di desa-desa. Jadi, pengalaman pertama saya ketika SMA, kelas II di Gunungkidul,” ucap Anies.

Sejak itu, rutin menyembelih hewan kurban, saat kuliah. Saat ini, dia selalu ingin menyembelih hewan kurbannya sendiri, jika ada kesempatan. “Jadi, sejak SMA kalau kuliah rutin. Setiap Iduladha, kambing dari keluarga kami, maka saya akan potong sendiri,” katanya.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com