hut

Anies Pertimbangkan Akses Rumah Sakit di Jalur Ganjil-Genap

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengaku, masih memikirkan akses ke rumah sakit (RS) yang berada di jalur perluasan sistem ganjil genap.

“Kepentingan masyarakat harus dipertimbangkan, misalnya ada 1 ruas jalan yang di situ ada 3 rumah sakit nasional, itu kita akan pikirkan,” ucap Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019).

Pemprov telah menyiapkan alternatif angkutan, jika ada warga yang menghadapi keadaan darurat kesehatan. Ambulans mendapat pengecualian, sehingga bisa diandalkan oleh warga yang membutuhkan bantuan medis.

Dia melakukan beberapa evaluasi selama masa uji coba ganjil genap sampai 6 September 2019. Setelah uji coba berakhir akan dibuat peraturan utuh berdasarkan evaluasi.

“Kita tidak akan serta merta membuat kebijakan tanpa memikirkan itu. Mengapa peraturan gubernur belum dikeluarkan, karena pada fase ini adalah fase uji coba. Kalau tidak diselenggarakan uji coba, maka tidak akan mulai. Jadi, kita akan bicara dengan semua pihak, setelah itu selesai, kita akan teruskan,” kata Anies.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, meminta warga menggunakan layanan ambulans yang telah disediakan Pemprov DKI jika dalam kondisi darurat.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah secara masif menyediakan ambulans. Jadi bagi masyarakat yang sekiranya perlu pelayanan gawat darurat silakan menghubungi layanan kami 112 dan langsung dilayani oleh petugas-petugas atau pun operator ambulans kami dengan baik,” katanya.

Kemudian, Syafrin menuturkan bahwa layanan ambulans Pemprov DKI ini bisa diperoleh warga secara gratis. Dia berharap warga tak lagi mengandalkan kendaraan pribadi dalam keadaan darurat menuju rumah sakit.

“Jangan lagi mengandalkan kendaraan pribadi. Begitu ada kendala terkait dengan gawat darurat yang akan menuju ke rumah sakit RSCM maupun juga Carolus. Silakan gunakan layanan yang sudah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, baik itu ambulans maupun angkutan umum TransJakarta,” ujarnya.

Lalu, kendaraan pribadi yang digunakan untuk mengantar orang dalam keadaan darurat menuju rumah sakit, bisa saja melintas di area ganjil genap meski pelatnya tak sesuai. Syaratnya, kendaraan pribadi tersebut harus dikawal kepolisian.

“Sepanjang ada pengawalan dari kepolisian itu diperbolehkan. Karena itu masuk dalam kategori kendaraan tertentu dengan tujuan khusus,” ucapnya.

Sebelumnya, perluasan rute ganjil genap di Jakarta mendapat kritik warga. Karena, dinilai menghambat perjalanan ke rumah sakit khususnya RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang berada di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!