hut

Aplikasi untuk Memperketat Ketentuan Uji Emisi

Editor: Mahadeva

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih saat ditemui di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019) - Foto Lina Fitria

JAKARTA – Aplikasi uji emisi menjadi komponen penting untuk memperketat ketentuan uji emisi seluruh kendaraan yang beroperasi di DKI Jakarta.

Pengetatan ketentuan uji emisi, sesuai instruksi Gubernur DKI Jakarta No.66/2019, tentang Pengendalian Pencemaran Udara. “Ke depan, seluruh kendaraan pribadi maupun angkutan umum yang beroperasi di wilayah Jakarta diwajibkan lulus uji emisi,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih, Selasa (13/8/2019).

Andono mencatat, hingga Juli 2019 baru 5,6 persen mobil di Jakarta yang telah melakukan uji emisi. Jumlahnya sama dengan sekira 196.440 unit mobil, dari total 3,5 juta mobil pribadi yang beroperasi di DKI Jakarta.

Kondisi tersebut diklaim, dipengaruhi keberadaan bengkel pelaksana uji emisi baru tersedia 155 unit. Sementara kebutuhan ideal untuk DKI Jakarta adalah, 933 unit bengkel. “Diperlukan penambahan fasilitas pelaksana uji emisi sebanyak 778 unit dalam waktu singkat. Oleh karena itu, kami menyusun revisi regulasi ini,” tandasnya.

Aplikasi uji emisi, memiliki beragam fitur. Diantaranya informasi singkat mengenai uji emisi, peraturan-peraturan terkait yang menjadi dasar hukum pelaksanaan, dan lokasi bengkel pelaksana uji emisi terdekat. “Hanya cukup dengan memasukkan nomor polisi kendaraan, maka akan keluar hasil apakah kendaraan itu sudah melakukan uji emisi atau tidak,” ungkapnya.

Aplikasi E-Uji Emisi berbasis android, – Foto Lina Fitria

Bengkel kendaraan yang beroperasi di DKI Jakarta bisa memberikan layanan uji emisi, dan menyederhanakan tanda bukti status kelulusan uji emisi. Teknisi bengkel pelaksana, yang akan memasukkan hasil pengujian ke pangkalan data menggunakan aplikasi e-Uji Emisi.

“Jika sebelumnya status kelulusan uji emisi menggunakan stiker yang ditempel di bagian depan kendaraan, ke depannya status kelulusan cukup diketahui oleh petugas maupun pemilik kendaraan melalui fitur, cek hasil, di aplikasi e-Uji Emisi,” jelasnya.

Selain bengkel, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang akan memperpanjang izin operasional, diminta untuk menyediakan fasilitas uji emisi. “Sehingga dalam waktu singkat akan tersedia fasilitas uji emisi yang cukup,” katanya.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, bakal melakukan uji emisi dengan tajuk goes to office, goes to mall, dan goes to camp. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meluncurkan aplikasi E-Uji Emisi, Selasa (13/8/2019). (Baca: https://www.cendananews.com/2019/08/di-2020-seluruh-kendaraan-di-jakarta-harus-lolos-uji-emisi.html).

Lihat juga...