hut

Asap Pembakaran Lahan di Lampung Selatan Mulai Berdampak Pada Kesehatan

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Asap pekat dampak dari kebakaran lahan di Lampung Selatan mulai berpotensi menganggu kesehatan. Kebakaran lahan terjadi di sejumlah titik di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).

Joko, warga Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan menyebut, kebakaran lahan berpotensi terjadi akibat puntung rokok. Asap kebakaran, mengakibatkan gangguan pernapasan bagi pengendara yang melintas di Jalinsum. Gangguan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) membuat warga harus mengenakan masker saat beraktivitas.

Upaya meminimalisir penyebab kebakaran, warga melakukan pembersihan lahan. Saat lahan terbakar akibat puntung rokok, Dia memilih melokalisir api agar tidak merembet. Meski sudah api dilokalisir, asap pekat akibat kebakaran tetap terbawa angin ke jalan raya.

Joko,salah satu warga Desa Hatta Kecamatan Lampung Selatan memadamkan api akibat puntung rokok, Jumat (9/8/2019) – Foto Henk Widi

“Asap yang membakar selain membahayakan kebersihan lingkungan, juga dapat mengganggu kesehatan terutama pernapasan, penglihatan sehingga pembakaran lahan harus diminimalisir,” ungkap Joko saat ditemui Cendana News, Jumat (9/8/2019).

Petani, yang melakukan kegiatan pembersihan dengan cara membakar salah satunya adalah Mugiono. Sistem tebas bakar pada lahan pertanian disebut Mugiono, harus dilakukan untuk mempercepat pembersihan lahan.

Pembersihan dengan cara membakar, meski menimbulkan asap masih tetap dilakukan. Abu pembakaran masih bisa digunakan sebagai pupuk alami saat musim penghujan tiba. “Larangan untuk membakar lahan pertanian sudah kerap disosialisasikan namun bagi petani cara tersebut lebih mudah dilakukan,” ungkap Mugiono.

Mugiono mengklaim, telah berusaha meminimalisir aktivitas pembakaran lahan. Namun saat kemarau melanda, proses pembakaran dilakukan untuk menjaga lahan pertanian tetap bersih.

Sosialisasi gangguan kesehatan akibat pembakaran lahan pertanian juga dilakukan pihak kepolisian. Kanit Binmas Polsek Penengahan, Aipda Nurkholis, menyebut, polisi terus menyosialisasikan upaya pencegahan kebakaran lahan. Petani yang menanam jagung, sawit, karet terus diimbau agar tidak membakar lahan. “Petani yang membersihkan lahan dihimbau agar tidak membakar limbah pertanian,” ungkapnya.

Lihat juga...