hut

Bangun Jalan Layang, Taman Edukasi pun Dibongkar

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Sebagian Taman Edukasi Sumber Daya Air (TESDA) yang baru diresmikan tahun 2018 lalu, dibongkar karena akan dibangun jalan layang di lokasi tersebut. Pembongkaran taman yang menelan anggaran Rp 2 miliar ini, sudah dimulai sejak dua hari terakhir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Irawadi, mengatakan, tidak semua taman diratakan dengan tanah, tetapi hanya sebagian saja, yaitu sebagian paving dan tanaman. Sementara bagian taman lainnya tetap dipertahankan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Banyumas, Irawadi, saat menjelaskan tentang pembangunan jalan layang, Senin (5/8/2019) – Foto: Hermiana E. Effendi

“Pembongkaran sebagian taman itu untuk memasang tiang pancang jembatan layang. Lokasi yang dibongkar untuk memasang pondasi, namun hanya sebagian saja,” terangnya, Senin (5/8/2019).

Beberapa kalangan menyayangkan pembongkaran tersebut dan menilai Pemkab Banyumas tidak terencana dalam melakukan pembangunan.

Padahal pembuatan taman yang berlokasi di tepi Sungai Kranji dan di pusat Kota Purwokerto tersebut menelan anggaran hingga Rp 2 miliar. Namun, belum genap satu tahun, sudah dibongkar.

Irawadi mengakui jika ada sedikit perubahan rencana pembangunan. Awalnya, di atas taman memang akan dibangun jalan layang yang merupakan jalan tembus dari Jalan Jenderal Soedirman ke Jalan Gerilya.

Pada perencanaan awal, pembangunan jalan tembus tersebut melalui simpang tiga Palma-Sawangan-Gerilya dan menggunakan lahan bekas jalur rel kereta api.

Dengan pertimbangan proses perizinan yang lama jika melalui jalur kereta api yang sudah tak terpakai tersebut, maka akhirnya diputuskan untuk mengubah jalur. Yaitu langsung memotong Jalan Jenderal Soedirman – Jalan Gerilya dan harus melalui taman edukasi.

“Jadi posisi jalan tembus digeser ke barat dan harus melalui taman edukasi. Sehingga sebagian taman harus dibongkar,” jelasnya.

Namun, lanjutnya, setelah pembangunan jalan tembus selesai, bangunan taman akan dikembalikan lagi, bahkan akan dibuat lebih baik lagi.

Irawadi menegaskan, pembongkaran taman tersebut tidak menyalahi aturan, karena sudah dibahas di internal Pemkab Banyumas dan disetujui oleh Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D).

Dari hasil kajian TP4D, ada aturan yang memperbolehkan suatu aset dihapus, jika ada kepentingan pembangunan yang lebih besar.

Sebagaimana diketahui, pembangunan Taman Edukasi Sumber Daya Air ini dibangun dengan APBD Banyumas dua tahap, yaitu tahun 2017 dan 2018, dengan total nilai proyek Rp 2 miliar. Dan saat ini taman tersebut menjadi salah satu pusat keramaian di tengah Kota Purwokerto.

 

 

Lihat juga...