hut

Banjarmasin Perlu Contoh Bali Soal Pelayanan Kesehatan

BANJARMASIN – Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Muad, meminta daerahnya meniru Pemerintahan Provinsi Bali dalam memberikan pelayanan kesehatan, karena sampai memberikan uang saku bagi penunggu pasien di rumah sakit.

“Ternyata warga di daerah Bali itu, kalau ada yang masuk rumah sakit dapat pelayanan ekstra, soalnya sampai ke penunggu pasien dapat uang saku,” katanya, usai melakukan kunjungan kerja komisi ke Kabupaten Badung dan Denpasar, Bali, Sabtu (10/8/2019).

Sebab, kata Muad, penunggu orang yang sakit tersebut dianggap tidak bisa bekerja, hingga pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memberi kesejahteraan baginya.

Menurut informasi yang didapat pihaknya saat kunjungan kerja ke DPRD Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, hal tersebut di atas didukung penuh pihak legislatif.

Memang, lanjut Muad, pendapatan asli daerah (PAD) kedua kabupaten tersebut jauh dari Kota Banjarmasin, bahkan bisa dua kali lipatnya. Banjarmasin hanya memiliki APBD sebesar Rp1,7 triliun.

“Tapi kalau dilihat segi alokasinya terhadap program kesehatan di Bali ini juga tidak terlalu jauh dari Banjarmasin,” paparnya.

Apalagi, ujar dia, Pemkot Banjarmasin kini sudah memiliki rumah sakit sendiri, yakni, RSUD Sultan Suriansyah, yang rencananya resmi beroperasi pada 24 September 2019, di saat peringatan Hari Jadi ke-493 kota tersebut.

“Dengan memiliki RS sendiri ini, kita harap Pemkot Banjarmasin memikirkan peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat ini, seperti di daerah Bali tadi,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...