Bank NTT Bantu Pemda Sikka Atasi Masalah Sampah

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Fasilitas penanganan sampah di kota Maumere, kabupaten Sikka, NTT, masih tergolong minim. Kontainer sampah di kota ini pun masih kurang, terutama di berbagai tempat keramaian seperti di areal pertokoan dan pasar Alok, serta pasar Tingkat Maumere.

Minimnya fasilitas ini membuat Bank NTT cabang Maumere prihatin dan menggelontorkan dana, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp60 juta.

“Ini sebagai bentuk kepedulian kami, mendukung program pemerintah daerah kabupaten Sikka dalam memerangi sampah,” kata Kepala Bank NTT cabang Maumere, Ben Boy Bogar, Jumat (16/8/2019).

Menurutnya, banyak kontainer sampah di kota Maumere yang sudah berkarat dan berlubang. Dirinya berharap, bantuan yang diberikan  bisa dimanfaatkan membuat fasilitas sampah yang lebih  baik.

“Sehingga penanganan sampah di kota Maumere juga  dilakukan  dengan lebih baik,” sebutnya.

Ben mengimbau masyarakat kota Maumere agar jangan membuang sampah sembarangan. Selain menebarkan bau yang tidak sedap serta menimbulkan penyakit, juga membuat wajah kota terlihat kotor.

“Kita harus bersama-sama memerangi sampah, apalagi kota Maumere merupakan salah satu kota yang banyak dikunjungi orang. Kota Maumere juga merupakan kota transit di pulau Flores,” tuturnya.

Pada Oktober 2016, kata Ben, Bank NTT juga menyerahkan dua unit sepeda motor sampah. Bantuan peralatan pengangkut sampah ini  ditempatkan di pasar Alok, kota Maumere, yang dinilai banyak terdapat tumpukan sampah.

Pelaksana tugas kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Sikka, Silvester Saka, menyampaikan terima kasih kepada Bank NTT   yang telah meringankan beban pemerintah mengatasi permasalahan sampah di  Kota Maumere.

Menurul Sil, sapaannya, dana Rp60 juta tersebut akan dipergunakan membuat kontainar sampah. Penempatan kontainer diproritaskan pada titik-titik di dalam kota Mamere, yang produksi sampahnya tergolong tinggi.

“Bantuan  dana ini sangat menolong  kami mengatasi permasalahan sampah. Beberapa kontainer sampah sudah karat dan lubang-lubang. Uang ini akan kami gunakan membuat kontainer sampah yang baru,” terangnya.

Sil menambahkan, nantinya kontainer sampah nantinya akan diletakkan di wilayah yang sampahnya potensial, seperti pasar dan pertokoan. Dengan demikian, dapat mengurangi pembuangan sampah oleh warga secara sembarangan.

Data yang diperoleh Cendana News dari DLH Sikka, menyebutkan, jumlah kontainer sampah di kota Maumere sebanyak 17 unit. Untuk areal pasar ada empat kontainer yang disiapkan di pasar Alok, Wairkoja, ekspasar Geliting serta sebuah kontainer lagi di depan pasar senja Beronjong.

Jumlah kontainer sebanyak 17 unit termasuk di pasar tersebut, memiliki kapasitas 4 meter kubik. Dari jumlah 17 unit tersebut, ada 6 kontainer sampah yang mengalami rusak berat.

Jumlah yang dibutukan sebanyak 52 unit, untuk menampung volume sampah di 13 kelurahan yang ada di kota Maumere saja.

Lihat juga...