hut

Banyumas Adopsi Pengembangan Wisata Sungai di Banjarmasin

Editor: Makmun Hidayat

BANJARMASIN — DPRD dan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas sepakat untuk mengadopsi pengelolaan wisata sungai di Kota Banjarmasin. Wisata sungai di kota yang dikenal dengan julukan kota tepian sungai ini, bisa menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Dinas Pariwisata setempat hingga 90 persen.

“Kabupaten Banyumas memiliki Sungai Serayu dan kita bisa mengadopsi model pengelolaan wisata sungai di Banjarmasin, sebab selama ini revitalisasi Sungai Serayu di Banyumas masih sangat kurang, padahal sungai kita memiliki potensi yang sangat bagus, ada perlintasan rel kereta api di atas sungai, serta pemandangan sepanjang tepian sungai cukup bangus,” kata Kepala Dinporabudpar Banyumas, Asiz Kusumandani, Jumat (9/8/2019).

Dari paparan Kabid Pengembangan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Khuzaimi, Kota Banjarmasin memiliki102 sungai dengan panjang aliran sungai total mencapai 185.000 meter. Ada tiga sungai besar yang lebarnya lebih dari 50 meter, yaitu Sungai Martapura, Sungai Barito dan Sungai Alalang.

Pada musim kemarau panjang seperti sekarang ini, sungai-sungai tersebut tetap berlimpah air. Keberhasilan Dinas Pariwisata Kota Banjarmasin menumbuhkan kecintaan masyarakat sekitar terhadap sungai, membuat wisata susur sungai di kota tersebut tumbuh subur.

“Semua wisatawan ataupun orang yang berkunjung ke Banjarmasin, pasti akanmelakukan wisata susur sungai dan itu membuat sungai kita menjadi penyumpang PAD terbesar di sektor pariwisata, sampai 90 persen,” terangnya.

Wakil Ketua DPRD Banyumas, Supangkat (kanan) bersama Kabid Pengembangan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Khuzaimi saat pemaparan potensi wisata susur sungai di Banjarmasin. -Foto: Hermiana E. Effendi

Khuzaimi memaparkan, ada 88 kapal milik warga setempat yang siap melayani wisata susur sungai. Secara berkala Dinas Pariwisata melakukan pembinaan kepada mereka, mulai dari pengaturan rute, serta menanamkan kesadaran untuk menjaga kebersihan sungai.

Dan pembinaan tersebut berbuah manis, sekarang kesadaran masyarakat untuk menjaga sungai sangat besar, Sehingga, jika ada orang yang membuang sampah di sungai, maka oleh warga akan dicari dan diviralkan di media sosial, sampai dengan orang tersebut meminta maaf atas tindakannya sudah membuang sampah ke sungai.

“Rasa memiliki sungai sudah tertanam pada masyarakat dan kita selalu ingatkan mereka, bahwa sungai-sungai tersebut merupakan lambang pencitraan untuk pariwisata di Banjarmasin,” jelasnya.

Meskipun kesadaran masyarakat sudah terbangun, namun saat musim hujan, kiriman sampah ke sungai-sungai dari hulu tidak bisa dihindari. Karena itu, Dinas Periwisata juga menyiapkan kapal sapu-sapu untuk membersihkan sampah saat musim penghujan.

Wakil Ketua DPRD Banyumas, Supangkat yang memimpin langsung rombongan DPRD dan Pemkab Banyumas mengatakan, sinergitas yang berhasil dibangun antara dinas terkait dengan masyarakat tepi sungai patut dicontoh. Sebab, dari sinergitas tersebut, pada akhirnya mampu mengembangkan potensi wisata dengan maksimal.

“Banyak yang bisa kita pelajari dari kunjungan ini, mulai dari sistem pengelolaan wisata susur sungai, pembangunan kesadaran dan upaya merangkul serta melibatkan masyarakat di sekitar sungai, hingga sinergitas yang terjaga. Banyumas juga memiliki sungai yang potensial untuk dikembangkan sebagai tempat wisata dan kita bisa mengadopsi sistem pengelolaannya dari Banjarmasin ini,” pungkasnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!