hut

Banyuwangi Berikan Jaminan Kesehatan Ternak Melalui Kartu e-Nak

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

BANYUWANGI — Inovasi di bidang pertanian terus digeber oleh Kabupaten Banyuwangi. Terbaru berupa kartu elektronik ternak (e-Nak) untuk mendata ternak sapi. Kartu tersebut berisi data riwayat, mulai usia,  kesehatan, kehamilan sekaligus sebagai tanda kepemilikan.

“Kartu tersebut baru saja kami luncurkan. Ini cara Banyuwangi mengidentifikasi sekaligus sensus bagi sapi dan para peternak. Tentu ini akan sangat membantu para peternak, sekaligus memudahkan petugas pemantau hewan yang ada di masing-masing wilayah,” kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas di kantor Pemkab Banyuwangi, melalui rilis yang diterima Cendana News, Senin (5/8/2019).

Sapi yang sudah terdata dipasangi barcode yang dikalungkan di lehernya. Siapa pun bisa melihat riwayat sapi cukup dengan mengunduh aplikasi QR and Barcode Scanner di smartphone.

“Jadi dengan menggunakan sistem barcode semua riwayat sapi bisa terlihat. Ini tidak mungkin tertukar karena detail fisik sapi mulai dari tanduk, moncong, dan lainnya sudah difoto. Termasuk titik koordinat keberadaan sapi itu sendiri,” jelas Anas.

Kartu kepemilikan ternak ini langsung terkoneksi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK/e-KTP) pemilik. Lewat kartu ini, lanjut Anas, banyak keuntungan yang bisa diperoleh para peternak. Salah satunya, ternak peserta berhak mendapatkan pelayanan kesehatan hewan.

“Para pembeli ternak, juga akan diuntungkan. Mereka yang akan membeli ternak akan terhindar dari upaya penipuan. Karena riwayat kesehatan sapi akan terpantau melalui kartu tersebut. Misalnya pernah beranak berapa kali, pernah sakit, produktif atau tidak, dan lainnya,” jelas Anas.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Banyuwangi, Arief Setiawan menambahkan, Kartu e-Nak ini juga terkoneksi dengan asuransi, yang melindungi peternak dari kerugian saat sapi meninggal atau dicuri. Asuransi itu subsidi dari APBN.

Adapun proses pendaftaran kepemilikan Kartu e-Nak cukup mudah. Peternak cukup membayar Rp40 ribu per tahunnya. Kemudian petugas peternakan akan melakukan pendataan secara detail terhadap hewan tersebut.

“Mereka akan langsung kami beri kartu, dan mereka akan mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan ternaknya,” jelas Arief.

Saat ini, terang Arief, sapi peserta e-Nak ini mencapai 8.000 ekor dari jumlah keseluruhan ternak yang 145 ribu ekor. Jumlah yang sudah terdaftar sementara masih di Kecamatan Wongsorejo yang merupakan daerah dengan populasi sapi terbesar di Banyuwangi.

“Secara bertahap program ini akan kami lakukan di kecamatan yang lain,” pungkasnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com