BAZNAS Award 2019 Dorong Kemajuan Perzakatan Nasional

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar BAZNAS Award 2019 bertajuk ‘Zakat Tumbuh Bermanfaat’, sebagai apresiasi terhadap upaya pengelolaan zakat nasional.

“Kami berharap, BAZNAS Award ini mampu memberikan dampak positif untuk terus menginspirasi dan mendukung kemajuan dunia perzakatan,” kata Ketua BAZNAS, Bambang Sudibyo, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (26/8/2019) sore.

Dia menambahkan, kegiatan ini sebagai alat pengungkit untuk mendorong optimalisasi pengelolaan zakat nasional, mendorong kreativitas dan inovasi kerja dalam mewujudkan kebangkitan zakat nasional, dan mempererat tali silaturahmi antara BAZNAS dan  Lembaga Amil Zakat (LAZ). Serta memupuk semangat kebangsaan antargenerasi untuk memperkuat ketahanan nasional menghadapi tantangan global.

“BAZNAS Award ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan kinerja amil dan organisasi pengelola zakat, dalam pengentasan kemiskinan,” imbuhnya.

Bambang mengatakan, kriteria pemenang dalam BAZNAS Award 2019 berdasarkan hasil kinerja BAZNAS provinsi/daerah dan LAZ provinsi/daerah pada 2018.

BAZNAS Award 2019 ini, memberikan penghargaan kepada BAZNAS dan LAZ tingkat provinsi dan kabupaten/kota, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BUMN, swasta dan sejumlah kepala daerah, tokoh dan media pendukung kebangkitan zakat.

Kualitas award ini sangat kredibel, terukur, transparan dan mendapat pengakuan masyarakat. “Diharapkan, kegiatan ini dapat mendorong prestasi zakat nasional, sehingga dapat memacu kebangkitan zakat di negeri ini,” kata Bambang.

Ketua Panitia BAZNAS Award 2019, Jaja Jaelani menjelaskan, semua pemenang diumumkan pada malam anugerah perzakatan. Ada beberapa kategori penilaian. Yakni, pertumbuhan penghimpunan ZIS terbaik, kreativitas penghimpunan ZIS terbaik, pendistribusian dan pendayagunaan ZIS terbaik, program pemberdayaan ekonomi terbaik, laporan tahunan terbaik, dan BAZNAS dan LAZ terbaik.

“Ini berlaku untuk BAZNAS dan LAZ pusat atau nasional dan daerah atau provinsi dan kabupaten/kota,” ujarnya.

Sedangkan untuk pemerintah provinsi dan kabupaten/kota kategori pendukung kebangkitan zakat 2019, dinilai berdasarkan kepatuhan pada Undang-undang (UU), alokasi anggaran rutin untuk BAZNAS dalam persentase terhadap belanja Anggaran Pendapatan dan Belanda Daerah (APBD), penyediaan kantor BAZNAS dan sarana pendukung lainnya. Serta frekuensi keterlibatan kepala daerah pada kegiatan BAZNAS 2018.

Selain itu, ada juga penghargaan untuk kepala daerah terbaik, UPZ terbaik, media pendukung kebangkitan zakat, tokoh pendukung kebangkitan zakat. Untuk para pemenang tersebut, akan menerima piagam penghargaan dan tropi.  BAZNAS Award 2019 ini menyertakan 15 dewan juri, dan sudah berlangsung selama tiga tahun.

“Kegiatan ini digelar untuk tahun ketiga dan iikuti 390 Organisasi Pengelolaa Zakat (OPZ), di antaranya 31 BAZNAS provinsi, 332 BAZNAS kabupaten/kota dan 15 LAZ nasional, 8 LAZ provinsi dan 4 LAZ kabupaten/kota. Mereka memperebutkan 34 kategori award,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, BAZNAS provinsi dan BAZNAS kabupaten/kota yang telah menyesuaikan unsur pimpinannya dengan UU 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat, atau telah mendapatkan pertimbangan BAZNAS, sebanyak 482 lembaga. Dengan cincian, 34 BAZNAS provinsi, 448 BAZNAS kabupaten/kota.

Sementara, LAZ nasional, provinsi dan kabupaten/kota yang telah mendapatkan izin Kementerian Agama berdasarkan UU 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat ada 62. Yakni, 23 LAZ skala nasional, 12 LAZ provinsi, 27 LAZ kabupaten/kota. Sehingga per tanggal 24 Juni 2019, total OPZ adalah 545 lembaga.

Lihat juga...