BNNK Purbalingga Diminta Tes Urine Pelajar

PURBALINGGA – Sebagai langkah antisipasi pencegahan peredaran narkoba di kalangan pelajar, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Purbalingga diminta untuk melakukan tes urine di kalangan pelajar. Hal tersebut mendesak dilakukan, karena pelajar merupakan salah satu sasaran peredaran narkoba.

Asisten Ekonomi Pembangunan, Agus Winarno, mengatakan, BNNK Purbalingga harus sigap melakukan pencegahan, sebab sasaran peredaran narkoba saat ini mengarah pada generasi muda dan generasi muda terpusat pada sekolah-sekolah, sehingga perlu dilakukan assessment kepada para pelajar, agar penyalahgunaan narkoba bisa terdeteksi lebih dini.

“Tes urine di sekolah-sekolah merupakan salah satu cara untuk mengantisipasi peredaran narkoba di sekolah. Selain itu, juga perlu dilakukan sosialisasi tentang bahaya narkoba secara masif terhadap para pelajar di Purbalingga,” terangnya, Kamis (29/8/2019).

Lebih lanjut Agus Winarno menyampaikan, tes urine berfungsi untuk memotong mata rantai peredaran narkoba di kalangan generasi muda. Dalam hal ini, sekolah juga harus terlibat aktif.

“Jika BNNK belum menjadwalkan tes urine, sekolah bisa secara aktif mengajukan usulan, sehingga semua pihak aktif dalam upaya memutus mata rantai narkoba di lingkungan pendidikan,” tegasnya.

Dalam upayanya memberantas narkoba,  saat ini Pemkab Purbalingga sudah memiliki delapan Puskesmas sebagai pilot project tempat rehabilitasi rawat jalan pecandu narkoba.  Antara lain, Puskesmas Bobotsari, Puskesmas Kalimanah, Puskesmas Rembang, Puskesmas Karangreja, Puskesmas Karangmoncol, Puskesmas Kejobong, Puskesmas Kemangkon dan Puskesmas Bukateja.

Sehingga, jika pencegahan di lakukan di lingkungan sekolah, kemudian di desa sudah banyak Puskesmas yang juga menangani rehabilitasi rawat jalan pecandu narkoba, maka masalah narkoba di Purbalingga diharapkan bisa dengan cepat dituntaskan.

“Jadi dari 22 Puskesmas yang ada di Purbalingga, ada 8 Puskesmas yang menjadi pilot project. Tak lupa pula dari pihak swasta yang berperan dalam pemberantasan narkoba di Purbalingga, yaitu panti rehabilitasi anti narkoba An-Nur di Desa Bubgkanel Karanganyar, dan panti rehabilitasi Nurul Islami, Desa Karangsari Kalimanah,” pungkasnya.

Pemkab Purbalingga juga terus mengajak stakeholders  yang ada untuk bersama-sama memerangi narkoba. Sinergitas dalam pemberantasan narkoba pada lintas instansi akan terus dilakukan, agar Purbalingga terus mempertahankan, bahkan meningkatkan prestasinya sebagai Kabupaten dengan peringkat 22 nasional untuk daerah tanggap bahaya narkoba.

Lihat juga...