BNP2TKI Harapkan Lulusan Pelajar Bekerja ke Luar Negeri

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mendorong pemerintah daerah di Sumatera Barat, menyiapkan lulusan SLTA ataupun Perguruan Tinggi untuk bekerja di luar negeri.

Sekretaris Utama BNP2TKI, Tatang Budie Utama Razak, mengatakan, peluang tenaga kerja yang berasal dari Sumatera Barat banyak dibutuhkan beberapa negara untuk memenuhi kebutuhannya di sejumlah bidang pekerjaan. Tidak hanya di bidang elektronik, manufaktur, maupun perawat.

“Maka di daerah perlu memotivasi para lulusan pelajar agar mau bekerja ke luar negeri. Untuk itu perlu juga disiapkan skill yang bagus,” katanya, usai rapat koordinasi peningkatan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) formal atau profesional ke luar negeri, Selasa (6/8/2019).

Dikatakannya, dengan peluang pekerja Indonesia ke luar negeri ini, maka akan mengatasi pengangguran yang semakin tinggi didominasi oleh mereka lulusan SLTA maupun Perguruan Tinggi.

“Untuk itu peluang kerja ini mesti kita manfaatkan bagi lulusan kita di daerah, sehingga pengangguran yang semakin meningkat dapat dibatasi. Apalagi, kebutuhan negara-negara di luar negeri sangat membutuhkan pekerja yang profesional,” ungkapnya.

Dilanjutkan Tatang, dengan adanya koordinasi antara BNP2TKI dan daerah peluang pekerja ke luar negeri dapat dimaksimalkan dengan menyediakan lapagan pekerjaan bagi lulusan di daerah. Serta, membuka peluang pasar dan juga pelatihan bagi lulusan yang ada di daerah.

“Maka peluang ini mesti kita ambil, apalagi bekerja di luar negeri perolehan pendapatan lebih besar dari dalam negeri. Tentunya nanti setelah bekerja di luar negeri dapat membuka peluang usaha di kampung halamannya dari menabung hasil gaji selama di sana. Jadi faktor ekonomi ada dari hasil bekerja di luar negeri ini untuk kesejahteraannya,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, meminta setiap kabupaten dan kota melakukan pelatihan bagi lulusan baik itu SLTA maupun Perguruan Tinggi untuk dilatih secara teknis maupun bahasa sehingga memiliki kemampuan bekerja secara profesional di luar negeri.

“Untuk itu pemanfaatan Balai Latihan Kerja (BLK) di daerah mesti dapat dijadikan lulusan kita sebagai syarat melatih kemampuan baik secara teknis maupun menguasai bahasa negara tujuan sehingga pekerja yang dikirim ke luar negeri memang betul-betul profesional di bidangnya,” pungkasnya.

Dikatakannya, dari beberapa pertemuan dengan para pelajar di Sumatera Barat, Wagub terus menyampaikan harapan kepada tamatan SMA yang telah lulus, agar melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Hal ini mengingat, pendidikan adalah poin penting di era sekarang. Tujuannya, dapat menggapai pendidikan hingga ke luar negeri.

“Saya menginginkan generasi di Sumatera Barat ini pendidikan tidak hanya sebatas di SMA atau S1 saja. Ayo mari bercita-cita untuk kuliah, jika ada kemauan pasti ada jalan untuk menuju cita-cita itu,” katanya.

Menurutnya, saat ini untuk masuk ke dunia kerja terutama untuk CPNS, BUMN atau lainnya, sudah mematok akreditasi lulusan kampus minimal B. Jadi prihatin punya IPK 4, jika akreditasi kampusnya di bawah B, tidak akomodir dalam aturan yang ada. Nah, sebaiknya dapat bekerja ke luar negeri.

“Untuk itu agar siswa kita jeli dan mempelajari secara seksama terhadap kondisi fakultas dan kampus yang akan dimasuki, lihat akreditasinya. Jangan asal masuk nanti bisa menyesal,” ujarnya

Wagub Nasrul Abit juga mengingatkan bagi siswa yang kuliah nantinya di luar Sumatera Barat, ia menekankan agar menjaga etika selama menuntut ilmu, terutama jangan sampai terpengaruh dengan hal-hal negatif.

“LGBT dan narkoba adalah dua hal yang sangat merugikan buat ananda, ingat keluarga di Kampung. Bergaullah sewajarnya dan jangan lupakan ibadah yang merupakan benteng diri ananda. Karena godaan dan pengaruh itu sangat besar dan kuat, sekali terjebak sulit untuk keluar dari lingkungan tersebut, maka jauhilah,” ingatnya.

Lihat juga...