hut

Bom Bunuh Diri Kembali Meledak di Pesta Perkawinan di Afghanistan

Petugas kepolisian Afghanistan berjaga di sekitar lokasi kejadian bom mobil meledak di Kota Kabul, Afghanistan, Rabu (7/8/2019). Taliban mengklaim bertanggung jawab atas bom mobil bunuh diri yang menyerang sebuah pos polisi di Kabul, yang menurut informasi dari aparat pemerintah menyebabkan 14 orang tewas dan 145 orang lainnya luka-luka - Foto Ant

KABUL – Seorang pembom, melakukan aksi meledakan diri dan menewaskan 63 orang dan melukai 182 orang lainnya. Aksi tersebut dilakukan dalam sebuah serangan terhadap satu pesta perkawinan di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, pada Sabtu (17/8/2019) ,alam waktu setempat.

Taliban membantah bertanggung jawab atas ledakan tersebut. Kementerian Dalam Negeri Afghanistan menyebut, ledakan terjadi di permukiman Syiah, yang dipenuhi orang yang sedang merayakan sebuah perkawinan. “Perempuan dan anak-akan termasuk di antara korban jiwa,” kata Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri, Nasrat Rahimi, Minggu (18/8/2019).

Serangan itu terjadi saat Taliban dan Amerika Serikat berusaha merundingkan kesepakatan mengenai penarikan pasukan AS dari Afghanistan. Hal itu, sebagai imbalan bagi komitmen Taliban mengenai pembicaraan perdamaian dan keamanan dengan pemerintah dukungan AS.

Pemboman tersebut dilakukan setelah serangan bom terhadap sebuah masjid di Pakistan terjadi pada Jumat (16/8/2019). Ledakan menewaskan saudara Pemimpin Taliban, Habitaullah Akhundzada.

Tak ada satu pihak-pun mengaku bertanggung jawab atas ledakan yang menewaskan empat orang dan melukai 20 orang lainnya. Gambar yang diunggah di media sosial memperlihatkan mayat bergeletakkan di tengah kursi dan meja yang jungkir-balik di ruang pesta perkawinan. “Pembom meledakkan dirinya di daerah resepsi pria,” kata beberapa pejabat setempat.

Saksi mata kejadian, seorang pelayan di ruang tersebut, Sayed Agha Shah, menyebut, setelah ledakan terjadi setiap orang berlarian menyelamatkan diri.  “Beberapa pelawan kami tewas dan cedera,” katanya.

Penyewaan ruang pesta telah menjadi usaha besar di Kabul, saat ekonomi Afghanistan secara perlahan meningkat. Saat ini banyak keluarga mengeluarkan uang lebih untuk sekedar membuat sebuah perayaan. Dan tercatat, sedikitnya 40 orang tewas dalam satu ledakan di ruang pesta perkawinan di Kabul pada November lalu. (Ant)

Lihat juga...