hut

Bondowoso Perlu Kembangkan Peternakan Integral

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BONDOWOSO – Sektor agraris masih menjadi tumpuan perekonomian Bondowoso selama beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bondowoso selama beberapa tahun terakhir disumbang oleh sektor pertanian, terutama peternakan sebesar 29,4 persen pada 2017.

Bahkan Bondowoso menjadi satu-satunya kabupaten di wilayah eks-Karesidenan Besuki dan Lumajang yang mampu meningkatkan pertumbuhan sektor pertanian dalam tiga tahun terakhir.

Salah satu komoditas agraris andalan Bondowoso adalah peternakan sapi. Berdasarkan data Dinas Pertanian Bondowoso, daerah ini memiliki 219.000 ekor yang tersebar di seluruh wilayah.

Pengamat ekonomi Bondowoso, M Fathorrazi, memaparkan potensi peternakan sapi di Bondowoso, Selasa (20/8/2019) – Foto: Kusbandono.

“Karena itu, Bondowoso ini menjadi salah satu lumbung utama peternakan sapi di Jawa Timur, bahkan nasional. Banyak sapi Bondowoso yang dikirim bahkan hingga ke Jakarta dan Jawa Barat,” ujar pengamat ekonomi Bondowoso, M Fathorrazi, kepada Cendana News, Selasa (20/8/2019).

Sayangnya, kebanyakan sapi yang keluar dari Bondowoso ini dijual masih dalam keadaan hidup. Komoditas tersebut baru disembelih di kota tujuan atau kota besar tempat pemotongan hewan seperti di Sidoarjo.

“Dari sisi ekonomi, itu menjadi kerugian tersendiri bagi Bondowoso. Karena kalau dipotong di Bondowoso, akan ada multi player effect yang berjalan di Bondowoso,” ujar Kaprodi Ekonomi Syariah dan Koordinator Kampus Unej di Bondowoso ini.

Menurut Fathorrozi, Bondowoso semestinya bisa mengoptimalkan potensi itu dengan mendorong agar sapi yang keluar dari daerah ini adalah dalam kondisi sudah diolah.

“Minimal disembelihnya di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang ada di Bondowoso. Sehingga nilai lebih ekonominya masuk ke kita,” ujar mantan dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unej ini.

Selain itu, optimalisasi potensi di Bondowoso bisa dilakukan dengan penerapan pertanian yang terintegrasi. Sehingga ampas atau limbah dari setiap lini yang ada, masih bisa dimanfaatkan untuk lini usaha lain.

“Kita kan termasuk salah satu produsen Tape terbesar. Dengan jumlah 63 UMKM, kita masih minus singkong 160 ribu ton per tahun. Nah limbah dari usaha Tape ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak sapi. Lalu ampasnya bisa kita gunakan untuk pupuk kandang bagi pertanian di Bondowoso,” papar doktor ilmu ekonomi dari Unpad Bandung ini.

Selain itu, jika dikelola dengan serius antara lain dengan membentuk kelompok tani atau peternak, limbah peternakan juga bisa didayagunakan sebagai pembangkit listrik di desa. Upaya ini bisa berjalan seiring dengan pembuatan pupuk kandang.

Sejauh ini, Fathorrazi menilai, pertanian organik di Bondowoso menunjukkan tren gairah pertumbuhan. Tren itu bisa lebih dioptimalkan dengan sentuhan pemkab.

“Kemarin kita coba datangkan ahli pakan ternak dari Australia untuk pembinaan di daerah sini. Potensinya memang cukup besar jika kita mau serius,” pungkas Fathorrozi.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com